Breaking News:

BACAAN ALKITAB

BACAAN ALKITAB Yakobus 1:1-8 “Jangan Mendua Hati”

Dalam Alkitab ada figur orang beriman yang pernah menunjukkan keraguan atau kebimbangan di awal panggilan pelayanan mereka.

Editor: Aswin_Lumintang
Tribun Manado/Indra Sudrajat
Renungan Minggu 

MTPJ 14 – 20 November 2021
TEMA BULANAN : “Menjawab Panggilan Untuk Melayani”
TEMA MINGGUAN : “Jangan Mendua Hati”.
BACAAN ALKITAB: Yakobus 1:1-8

ALASAN PEMILIHAN TEMA
TRIBUNMANADO.CO.ID - Dalam Alkitab ada figur orang beriman yang pernah menunjukkan keraguan atau kebimbangan di awal panggilan pelayanan mereka. Seperti Musa yang kurang yakin bahwa Allah telah memilihnya untuk memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir (Keluaran 3:11;4:1).

Ada juga Yeremia yang merasa tidak memiliki kompetensi untuk melaksanakan panggilan Allah (Yeremia 1:6). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) menyebut arti kata mendua hati sebagai bimbang dan ragu. Sehingga orang yang mendua hati dalam hal apa pun adalah orang yang kehidupannya dipenuhi oleh kebimbangan dan keraguan.

Ilustrasi Renungan
Ilustrasi Renungan (internet)

Dalam kehidupan sehari-hari sesungguhnya mendua hati sangatlah merugikan diri sendiri serta orang lain. Orang yang mendua hati cenderung tidak punya pendirian dan seringkali ragu untuk mengambil keputusan. Mendua hati juga menunjukkan ketidakmampuan seseoang untuk percaya dan meyakini adanya pertolongan Allah.

Belajar dari orang-orang beriman di Alkitab yang pada akhirnya menyadari kealpaan mereka dan kemudian menunjukkan kesetiaan iman serta penyerahaan hidup kepada Allah dengan tidak mendua hati pada panggilan Tuhan. Maka tema minggu ini adalah: “Jangan Mendua Hati”, dan tema ini menjadi sangat relevan dalam rangka menjawab panggilan untuk melayani Gereja Tuhan di tengah-tengah dunia ini.

PEMBAHASAN TEMATIS
 Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Surat Yakobus merupakan salah satu dari surat-surat Am di Alkitab Perjanjian Baru. Maksud surat Am adalah surat yang ditujukan kepada seluruh jemaat Kristen dengan tanpa menyebut jemaat atau alamat surat. Hal ini terjadi karena gereja perdana lebih ingin memelihara, mempertahankan, dan menyebarkan kekristenan, ketimbang menunjukkan asal usul nama atau tempat.

Yakobus memperkenalkan dirinya sebagai hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus kepada para pembacanya (ayat 1). Para pembacanya ialah kedua belas suku di perantauan yang sebenarnya merupakan simbol Gereja dan orang Kristen yang tersebar di berbagai tempat. Ayat 2, Yakobus menyapa para pembacanya sebagai saudara-saudaraku. Hal ini memberi penjelasan bahwa mereka terikat pada suatu kesetiaan yang sama yaitu kepada Yesus Kristus.

Nasehat utama Yakobus kepada para pembacanya adalah memberi semangat seperti ayat 2 katakan “Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaaan”. Kata pencobaan (Yunani, peirasmos) dalam teks ini menunjuk pada pencobaan yang datang dari luar diri seseorang. Bagi Yakobus, seorang Kristen hendaknya tetap bersukacita meski ada pencobaan.

Apalagi di masa awal gereja diperlukan ajaran semacam ini sebab gereja sedang dilanda berbagai penganiayaan. Sehingga Yakobus perlu menerangkan bahwa ada buah dari setiap penganiayaan yang mereka hadapi yaitu Ketekunan (Yunani : hypomone).

Ketekunan inilah yang membuat seorang Kristen menjadi sempurna (Yunani : teleos) atau lebih tepat diartikan dengan kedewasaan (Ayat 3,4). Dalam Injil Matius 5:48, Yesus pun terhadap para pengikut-Nya menuntut hal serupa “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” Ayat 5-8, Yakobus berbicara tentang makna adanya pencobaan. Yakobus menganjurkan supaya pencobaan-pencobaan yang datang, hendaknya bukan untuk dihindari melainkan dihadapi.

Cara menghadapinya tidak dengan cara mengandalkan kekuatan atau kehebatan diri, melainkan dengan cara meminta kepada Allah yang mengaruniakan hikmat pada orang percaya. Hanya syaratnya adalah “minta dengan iman, dan jangan bimbang.” Bagi Yakobus, orang yang bimbang bagaikan golombang laut yang diombang-ambingkan kian kemari oleh angin dan orang seperti itu tidak tenang hidupnya.

Artinya orang seperti itu tidak akan memperoleh apa-apa dari Tuhan. Mereka adalah orang-orang yang kesetiaannya bercabang dan selalu memiliki keraguan dalam permohonan doa kepada Allah. Padahal, seorang Kristen mestinya memiliki keyakinan yang besar kepada Allah dengan tidak ragu dan bimbang untuk datang dalam permohonan doa kepada-Nya. Bukankah “Doa orang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. ” (Yakobus 5:16b)

 Makna dan Implikasi Firman
 Sebagai warga GMIM kita patut bersyukur atas pelaksanaan pemilihan calon Diaken, Penatua dan Kompelka (BIPRA) yang telah berjalan dengan baik. Tapi kita juga ikut prihatin sebab hasil pelaksanaan pemilihan masih saja diwarnai keraguan dan kebimbangan mendua hati) yang ditandai dengan ketidaksiapan calon terpilih dengan berbagai alasan. Padahal kesaksian Alkitab mengatakan “……Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah”. (I Timotius 3:1).

Pesan Firman ini hendak mengingatkan bagi mereka yang terpilih untuk dengan mantap dan yakin pada panggilan pelayanan mereka serta sama sekali tidak bimbang atau ragu; bukan karena pada dasarnya mereka mampu atau bisa, tapi karena kasih karunia Allah yang memberi hikmat dan kesanggupan kepada para pelayan untuk melayani Gereja Tuhan. Allah adalah sumber hikmat bagi setiap orang percaya dan bila Allah mengaruniakan hikmat-Nya, hal itu bukan karena kita patut menerimanya tetapi karena kasih dan kehendak bebas-Nya, karena itu mintalah hikmat kepada Allah dan jangan ragu atau bimbang.

 Hidup orang percaya tidak pernah sepi dari pencobaan. Berbagai pencobaan hidup, tidak jarang menyebabkan orang Kristen goyah pada pendirian iman atau bersikap mendua hati terhadap imannya. Agar orang percaya tidak gagal iman karena berbagai pencobaan hidup yang dihadapi, maka nasihat firman ini patut menjadi pegangan orang Kristen, bahwa menghadapi pencobaan apa pun tetaplah bersukacita di dalam Tuhan (band Kolose 5:16-18). Hadapi dan pandanglah segala pencobaan itu sebagai cara Allah menyempurnakan dan mendewasakan iman orang percaya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved