Breaking News:

Berita Sitaro

Gunakan Pendekatan Keadilan Restoratif, Kejari Sitaro Hentikan Perkara Penganiayaan

Kejaksanaan Negeri Kepulauan Sitaro berhasil melaksanakan penghentian penututan perkara tindak pidana umum kasus dugaan penganiayaan.

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Chintya Rantung
Dokumentasi Kejari Sitaro
Kejari Sitaro melakukan ekspose perkara dengan pihak Kejagung dan Kejati Sulut terkait penghentian penunututan perkara 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Kejaksanaan Negeri Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) berhasil melaksanakan penghentian penututan perkara tindak pidana umum kasus dugaan penganiayaan.

Pengentian penuntutan kasus yang terjadi pada Juni 2021 ini dilakukan melalui pendekatan keadilan restoratif atau Restorative Justice dengan tersangka berinisial DMK alias Deni.

Dimana dalam kasus tersebut, tersangka DMK alias Deni diduga melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap korban Fanes Alberth Hengkeng dan melanggar Pasal 351 ayat (1) KUHP.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Sitaro, Aditia Aelman Ali mengatakan, terkait penghentian penunututan perkara ini, pihaknya telah melakukan ekspose perkara dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Fadil Zumhana, Direktur Oharda pada Jampidum dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut A. Dita Prawitaningsih.

"Ekspose perkara ini merupakan bagian dari tahapan penghentian penuntutan suatu kasus tindak pidana guna mendapatkan persetujuan dari pihak Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi," terang Ali kepada tribunmanado.co.id," Jumat (12/11/2021).

Sebelum masuk pada tahapan ekspose perkara, Ali menyebut pihaknya harus memastikan adanya kesepakatan damai antara kedua pihak, baik korban maupun tersangka sebagaimana Peraturan Jaksa Agung (Perja) Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

"Penghentian penuntutan terhadap perkara tersebut dengan alasan perdamaian antara korban dan tersangka dan telah memenuhi syarat-syarat sesuai Perja Nomor 15 Tahun 2020," terangnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Kejaksaan Negeri Kepulauan Sitaro, perkara ini bermula ketika tersangka DTK bersama saksi Kristian Kiaking dan saksi Iswandi Kabuhung mendatangi kediaman Ria Tatali di Kampung Buise Kecamatan Siau Timur pada 17 Juni 2021 sekitar pukul 03.00 Wita.

Di tempat kejadian tersebut, saksi Kristian Kiaking bertanya, siapa yang hendak memukul dirinya dan dijawab tidak ada oleh korban dan rekan-rekannya.

Tak sampai di situ, saksi Kristian Kiaking kembali menanyakan kepada korban, kalau korban berasal dari mana dan dijawab oleh korban dari Tumbira.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved