Breaking News:

RHK Jumat 12 November 2021

BACAAN ALKITAB - Titus 2:7-8 Pelayan Teladan

Sebagai seorang pemuda, Titus mengemban tugas pelayanan yang cukup berat, namun penting dan strategis.

Editor: Aswin_Lumintang
Istimewa
Renungan Harian Kristen 

  Titus 2:7-8
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebagai seorang pemuda, Titus mengemban tugas pelayanan yang cukup berat, namun penting dan strategis. Dia harus melayani semua orang. Orangtua, maupun anak muda, suami, isteri dan siapa saja.

Titus harus melayani, memperlengkapi dan membekali semua anggota jemaat tanpa kecuali, sesuai dengan keberadaannya masing-masing. Selain bentuk dan pola pelayanan yang harus dilakukannya, Paulus juga meminta Titus agar mengembangkan pelayanan "non mulut" atau "tanpa kata," tapi dengan perbuatan, sikap dan prilaku hidup yang nyata.

Ilustrasi.
Ilustrasi. (SHUTTERSTOCK)

Itulah keteladanan. Titus bukan hanya mengajar dengan mulutnya, tapi menuntun dengan cara hidup yang baik dan benar bagi laki-laki yang sudah tua, perempuan-perempuan yang sudah, pemuda, dan semua orang.

Jadi pola penginjilan dan pelayanan Titus, menggunakan dua pendekatan: mengajarkan dengan kata-kata dan memberi contoh dan teladan tentang bagaimana seharusnya seorang Kristen dan keluarganya hidup nyata dalam kehidupan kesehariannya. Titus harus jadi teladan dalam berbuat baik.

Dia harus jujur, sungguh-sungguh dalam mengajar, sehat dan tidak bercela dalam memberitakan firman. Sebab dengan demikian memalukan lawan atau musuhnya, karena tidak ada ruang bagi mereka untuk melakukan yang jahat, tapi yang baik.

Demikian firman Tuhan hari ini.
  dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita." (ay 7, 8)

Meski masih muda, tapi Titus dituntut menjadi seorang hamba Tuhan yang "paripurna." Dia bukan hanya sekedar melayani, mengajar dan memberitakan Injil begitu saja, tapi dia harus menjelaskan dan memberikan contoh yang baik dan benar dalam kehidupan nyata.

Titus harus mengajar tentang apa yang harus dilakukan, tetapi juga melakukan apa yang dia ajarkan. Apa yang dia beritakan dan kabarkan, adalah apa yang juga dia praktikkan dalam hidupnya.

Dia melakukan apa yang dia ajarkan, dan mengajarkan apa yang dia lakukan. Itulah teladan. Titus harus memberikan contoh tentang apa yang dia beritakan dan ajarkan kepada jemaat di mana dia pergi dan berada, dan kepada siapapun juga.

Tentang berbuat baik, jujur, dalam hal kesungguhan, hidup dalam ajaran yang sehat dan tidak bercela, bukan hanya diajarkan dan diberitakanboleh Titus, tapi harus dipraktikkan. Dengan demikian, pemberitaan dan pengajarannya menjadi paripurna, karena dilengkapinya dengan "simulasi" hidupnya.

Titus bukan hanya bicara, tapi melakukan. Dia tidak hanya menyuruh, mengajak, mengarahkan ataupun memerintahkan. Tapi memberi contoh sebagai hamba Tuhan sekaligus pelaku firman.

Hal itu kiranya juga terjadi atas kita sebagai keluarga dan jemaat Kristen, yang sekaligus sebagai hamba Tuhan. Hendaklah kita mengajar dan memberitakan Injil Kristus dalam keteladanan. Bukan hanya dengan khotbah dan kata-kata bahasa verbal, tapi juga dengan bahasa nonverbal.

Sebab dengan demikian, kita akan menutup kemungkinan adanya "serangan balik" bagi pelayanan kita. Karena pelayanan kita telah menjadi "sempurna." Sehingga tidak ada lawan atau musuh yang dapat mempersalahkan kepelayanan dan pemberitaan kita yang "sempurna" itu.

Maka jadilah kita sebagai pelayan teladan dalam segala keberadaan kita, sehingga dari hidup kita, nama Tuhan dimuliakan dan diagungkan selamanya. Amin

 DOA:  Tuhan Yesus, pakai dan jadikan kami sebagai hamba Tuhan yang menjadi teladan dalam hidup kami, sehingga kehidupan kami terus menjadi hormat dan kemuliaan bagi nama Tuhan. Amin

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved