Breaking News:

Berita Heboh

Mantan Perawat Ini Membunuh 20 Orang dalam Dua Bulan, Mencampur Infus Pasien dengan Disinfektan

Pengadilan Distrik Yokohama Jepang menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada Kuboki pada hari Selasa, 9 November 2021.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Ayumi Kuboki mencampur infus pasien dengan disinfektan dan diduga telah membunuh 20 orang selama dua bulan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ayumi Kuboki, Seorang mantan perawat di Jepang  dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena membunuh sejumlah pasiennya hanya dalam waktu dua bulan.

Pengadilan Distrik Yokohama Jepang menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada Kuboki pada hari Selasa, 9 November 2021.

Hakim Kazunori Karei yang menjatuhkan hukuman seumur hidup yang dinilai lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut Kuboki dengan hukuman mati karena disebutkan dia telah menunjukkan penyesalan atas pembunuhan tersebut.

Namun, selama persidangan, dia enggan memberikan komentar apa pun terkait pengakuannya tersebut.

Kabar Anji Manji Setelah Bebas dari RSKO, Aktif di Medsos, Unggah Foto Istri dan Curahkan Isi Hati

Kepada Polisi, <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/mantan-perawat' title='Mantan Perawat'>Mantan Perawat</a> di <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/jepang' title='Jepang'>Jepang</a> Mengaku Telah Membunuh 20 Pasien dalam 2 Bulan

Ayumi Kuboki mencampur infus pasien dengan disinfektan dan diduga telah membunuh 20 orang selama dua bulan.

Dalam persidangannya, wanita berusia 34 tahun itu mengaku membunuh pasien berusia 70-an dan 80-an pada 2016 lalu.

Menurut laporan media NHK, hakim ketua di pengadilan distrik Yokohama mengatakan telah mempertimbangkan untuk menjatuhkan hukuman mati bagi Kuboki.

Namun, dia ragu karena mantan perawat tersebut menyesali perbuatannya.

“Dia bilang dia menyesali (tindakannya) dan ingin membayar kejahatannya. Ada kemungkinan hukumannya akan diubah, dan saya ragu untuk memilih hukuman mati,” kata hakim itu dikutip dari AFP, Selasa (9/11/2021).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved