Breaking News:

Berita Minahasa

Kisah Pengusaha Muda di Minahasa, Serahkan Yaki Peliharaan untuk Direhabilitasi

Pengusaha muda asal Remboken, Minahasa pemilik tempat wisata Cinta Mulia Stable secara sukarela menyerahkan Momo.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Rizali Posumah
Istimewa.
Caeressa Tirayoh menyerahkan Momo, yaki betina muda ke BKSDA Sulut untuk direhabilitasi sebelum dilepasliarkan, Kamis (11/11/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Kesadaran melindungi satwa liar ditunjukkan sosok Caeressa Andre Tirayoh (32).

Pengusaha muda asal Remboken, Minahasa pemilik tempat wisata Cinta Mulia Stable ini secara sukarela menyerahkan Momo, monyet hitam peliharaannya untuk direhabilitasi sebelum dikembalikan ke alam liar.

Momo adalah monyet hitam Sulawesi (Macaca nigra) atau Yaki betina yang masih muda. Ressa, panggilan Caeressa, memperlakukan Momo sebagai anggota keluarganya.

"Sebenarnya saya lebih memilih Momo tinggal dengan saya dari pada dia diburu atau di makan orang di luar sana. Tapi karena sadar bahwa satwa ini dilindungi maka saya rela menyerahkan Momo," kata Ressa, Kamis (11/11/2021).

Mengapa Ressa akhirnya mau menyerahkan Momo? Beberapa bulan sebelumnya, Yunita Siwi, Program Supervisor dari Program Selamatkan Yaki berkunjung ke tempat wisata milik Ressa.

Yunita melihat ada Yaki, satwa endemik Sulut yang terancam punah dan dilindungi ini dipelihara.

Pendekatan dilakukan langsung kepada Ressa dan coba menjelaskan tentang kenapa Yaki tidak bisa dipelihara.

Caeressa Tirayoh menyerahkan Momo, yaki betina muda ke BKSDA Sulut untuk direhabilitasi sebelum dilepasliarkan, Kamis (11/11/2021).
Caeressa Tirayoh menyerahkan Momo, yaki betina muda ke BKSDA Sulut untuk direhabilitasi sebelum dilepasliarkan, Kamis (11/11/2021). (Istimewa.)

Awalnya Ressa memang memilih lebih baik dipelihara dari pada Momo diburu atau jadi santapan orang di luar sana.

Tapi, dengan penjelasan bahwa Yaki ini perlu teman dan harus bereproduksi mengembangkan keturunan, selain itu pentingnya Yaki dalam ekosistem, dimana yaki menjadi petani ulung di hutan dalam menyevarkan bibit pohon untuk menjaga keseimbangan, akhirnya pemuda ini bersedia menyerahkan Momo.

Momo diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulut yang didampingi Dokter Hewan Nanda dari PPS-Tasik Oki.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved