Kabar Artis

Kabar Olivia Nathania Anak Nia Daniaty, Resmi Jadi Tersangka Kasus Penipuan Berkedok Rekruitmen CPNS

Olivia Nathania diduga melakukan penggelapan, penipuan, dan pemalsuan surat terhadap 225 orang dengan total kerugian mencapai Rp 9,7 miliar. 

(Instagram @niadaniatynew)
Pihak Olivia Nathania, Anak Nia Daniaty Siapkan Bukti untuk Bantah Tudingan Penipuan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Olivia Nathania jadi tersangka kasus penipuan berkedok rekrutmen CPNS.

Anak Nia Daniaty tersebut resmi ditetapkan jadi tersangka sejak Selasa, 9 November 2021 kemarin.

Hal itu dibenarkan kuasa hukum istri Rafly Tilaar, Susanti Agustina.

Kini Oi sedang menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

"Iya betul, sudah jadi tersangka."

"Hanya Oi (Panggilan Olivia Nathania) saja yang jadi tersangka," kata Susanti Agustina dikutip Tribun Style dari Tribunnews, Kamis, 11 November 2021.

Olivia Nathania mengaku masih sakit saat penuhi panggilan pemeriksaan di Polda Metro Jaya
Olivia Nathania mengaku masih sakit saat penuhi panggilan pemeriksaan di Polda Metro Jaya (Wartakota/Arie Puji Waluyo)

Susanti kemudian menyebut Olivia Nathania hari ini kembali menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan pemalsuan pendaftaran surat CPNS.

"Sedang diperiksa. Oi datang dari jam 7 pagi," ucapnya.

Sampai berita ini diunggah, Olivia Nathania masih menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

Susanti belum bisa mendapingi, namun dia berencana menyusul kliennya.

Olivia Nathania jadi tersangka kasus penipuan CPNS.
Olivia Nathania jadi tersangka kasus penipuan CPNS. (YouTube Intens Investigasi)

Seperti diketahui, Olivia Nathania dan suaminya Rafly N Tilaar, dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada 23 September 2021.

Keduanya dilaporkan atas tuduhan penggelapan, penipuan, dan pemalsuan surat terhadap 225 orang dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp 9,7 miliar. 

Laporan polisi tersebut tertuang dengan laporan bernomor LP/B/4728/IX/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 23 September 2021.

Adapun pasal yang dipersangkakan yakni Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 263 KUHP tentang Penipuan dan atau Penggelapan dan atau Pemalsuan Surat. 

Halaman
123
Sumber: TribunStyle.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved