Kisruh Partai Demokrat

Gelagat Moeldoko Tercium Oleh AHY, Ketum Demokrat: Gemar Memamerkan Kekuasaannya Sebagai KSP

AHY mengungkapkan bahwa pihaknya sudah memperkirakan gugatan judicial review AD/ART Partai Demokrat yang diajukan kubu Moeldoko akan ditolak MA.

Tribunnews/Jeprima
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mengadakan pertemuan dengan pimpinan DPD Partai Demokrat se-Indonesia di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Minggu (7/3/2021). Pada kesempatan tersebut, para pimpinan DPD Partai Demokrat menyatakan bahwa mereka tetap mendukung dan setia pada kepemimpinan AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat yang mengacu pada Kongres V Partai Demokrat. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono angkat bicara soal ditolaknya permohonan judicial review AD/ART Partai Demokrat yang diajukan pihak Moeldoko.

AHY mengungkapkan bahwa pihaknya sudah memperkirakan gugatan judicial review AD/ART Partai Demokrat yang diajukan kubu Moeldoko akan ditolak MA.

Pasalnya AHY menilai jika gugatan tersebut sangatlah tidak masuk akal.

VIRAL Video Boks Kargo Motor Ducati Dibongkar di Mandalika, Begini Penjelasan Bea dan Cukai

AHY Sebut Telah Mencium Gelagat <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/moeldoko' title='Moeldoko'>Moeldoko</a> yang Gemar Pamer Kekuasaanya Sebagai Kepala Staf Presiden

Bahkan AHY menyebut judicial review AD/ART Partai Demokrat ini hanyalah akal-akalan dari kubu Moeldoko yang dibantu oleh pengacara Yusril Ihza Mahendra.

AHY menyebut sejak awal ia telah mencium adanya gelagat dari pihak Moeldoko yang gemar memamerkan kekuasan dan jabatannya sebagai Kepala Staf Presiden (KSP).

"Sejak awal pula kami telah mencium gelagat pihak KSP Moeldoko yang gemar 'memamerkan' kekuasaannya, dengan jabatannya sebagai Kepala Staf Presiden (KSP)," kata AHY dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Kamis (11/11/2021).

Lebih lanjut AHY menyebut ia telah mendapatkan laporan bahwa para penggugat sangat yakin bisa memenangkan gugatannya ini karena adanya faktor kekuasaan.

Yakni kekuasaan yang dimiliki Moeldoko sebagai KSP, sehingga mereka yakin gugatannya akan diterima oleh Mahkamah Agung.

"Saya mendapatkan laporan, bahwa setelah beberapa kali dibriefing oleh KSP Moeldoko di kediamannya, para penggugat sangat yakin bahwa faktor kekuasaan akan berhasil memenangkan permainannya dan gugatannya akan diterima oleh Mahkamah Agung," terang AHY.

AHY pun menilai, hasutan dan pamer kekuasaan tersebut tidak hanya akan mencoreng nama baik presiden sebagai atasan Moeldoko.

Namun juga akan menabrak etika politik, moral, dan merendahkan supremasi hukum di Indonesia.

"Hasutan dan pamer kekuasaan seperti ini tidak hanya mencoreng nama baik Bapak Presiden, selaku atasan langsung beliau, tetapi juga menabrak etika politik, moral, serta merendahkan supremasi hukum di Tanah Air," tegas AHY.

Jokowi Belum Ada Ihwal Reshuffle Kabinet Selain Ganti Panglima TNI: Harinya Baru Dicari, Hari Baik

Sidang Lanjutan PTUN, Demokrat dan Kemenkumham Hadirkan Saksi Ahli 

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved