Gempa Bumi Terkini
Gempa Tadi Pukul 23.12 WIB di Darat, Guncang Jawa Tengah, Berikut Info BMKG Lokasi dan Magnitudonya
Diketahui gempa bumi tersebut mengguncang wilayah Bengkulu pada pukul 23.12 WIB.
Penulis: Glendi Manengal | Editor: Glendi Manengal
TRIBUNMANADO.CO.ID - Info gempa bumi terkini tadi tengah malam Selasa 9 November 2021.
Diketahui gempa bumi tersebut mengguncang wilayah Bengkulu pada pukul 23.12 WIB.
Kabar gempa bumi ini dibagikan melalui akun twitter BMKG.
Baca juga: Ternyata Ahli Waris Vanessa Angel Bukan Gala Sky, Firasat Buruk Adik Sebelum Kecelakaan Maut
Baca juga: Lepas dari Al Ghazali, Gadis Cantik Ini Pacari Cucu Konglomerat, Disebut Nia Ramadhani Jilid Kedua
Baca juga: Jangan Sampai Jadi Korban, 3 Zodiak Pria ini Dikenal Paling Playboy, Awas Terbuai Jebakan Ya
Foto Info gempa bumi guncang Jawa Tengah tadi malam. (BMKG)
Berikut ini keterangan terkait gempa bumi yang terjadi di Jawa Tengah.
Berdasarkan info Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa bumi ini berada di wilayah Ambarawa, Jawa Tengah pada pukul 23.12 WIB, Selasa (9/11/2021).
Gempa bumi ini diketahui berkekuatan magnitudo 2.8 SR.
BMKG juga menambahkan titik lokasi gempa berada di koordinat 7.29 Lintang Selatan - 110.42 Bujur Timur.
Pusat gempa bumi terjadi di darat 4 kilometer timur Ambarawa, Jawa Tengah.
Sementara itu gempa bumi ini berkedalaman 17 kilometer.
Wilayah yang Dirasakan (Skala MMI)
II Ambarawa,
II Pojoksari,
II Brongkol,
II Iosari,
II Kupang,
II Krangan,
Arahan BMKG, gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat.
Saran BMKG, hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi.
"#Gempa Dirasakan Magnitudo: 2.8, Kedalaman: 17 km, 09 Nov 2021 23:12:19 WIB, Koordinat: 7.29 LS-110.42 BT (Pusat gempa berada di darat 4 km timur Ambarawa), Dirasakan (MMI): II Ambarawa, II Pojoksari, II Brongkol, II Losari, II Kupang, II Krangan #BMKG" twitter BMKG, Selasa (9/11/2021) malam.
Penjelasan soal Skala MMI
Perlu diketahui, MMI adalah singkatan dari Modified Mercalli Intensity. Di laman bmkg.go.id, Skala Mercalli adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi yang diciptakan oleh seorang vulkanologis dari Italia yang bernama Giuseppe Mercalli pada tahun 1902.
Skala Mercalli terbagi menjadi 12 pecahan berdasarkan informasi dari orang-orang yang selamat dari gempa tersebut
dan juga dengan melihat serta membandingkan tingkat kerusakan akibat gempa bumi tersebut.
Oleh itu skala Mercalli adalah sangat subjektif dan kurang tepat dibanding dengan perhitungan magnitudo gempa yang lain.
Oleh karena itu, saat ini penggunaan Skala Richter lebih luas digunakan untuk untuk mengukur kekuatan gempa bumi.
Tetapi skala Mercalli yang dimodifikasi, pada tahun 1931 oleh ahli seismologi Harry Wood dan Frank Neumann masih sering digunakan terutama apabila tidak terdapat peralatan seismometer yang dapat mengukur kekuatan gempa bumi di tempat kejadian.
I MMI: Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.
II MMI: Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
III MMI: Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
IV MMI: Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.
V MMI: Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
VI MMI: Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.
VII MMI: Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.
Foto Ilustrasi Gempa Bumi. (tribun jateng)
VIII MMI: Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.
IX MMI: Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.
X MMI: Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
XI MMI: Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.
XII MMI: Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara.
(Tribunmanado.co.id)
Berita lainnya terkait gempa bumi