Breaking News:

Sosok Tokoh

Sosok Estafanus Patta Malode Gagola, Pejuang Kemerdekaan RI Asal Talaud Ujung Utara Indonesia

Estafanus Patta Malode Gagola tercatat sebagai pahlawan kemerdekaan republik Indonesia asal Talaud

Penulis: Ivent Mamentiwalo | Editor: Chintya Rantung
Ivent/Tribun Manado
Estafanus Patta Malode Gagola dan piagam penghargaannya 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Estafanus Patta Malode Gagola tercatat sebagai pahlawan kemerdekaan republik Indonesia asal Talaud dengan catatan sejarah pejuang perintis kemerdekaan di ujung Utara Indonesia .

Estafanus Patta Malode Gagola lelaki kelahiran Taduwale, 23 Oktober 1878 yang merupakan Pensiunan Guru Gubernemen di Gorontalo meninggal pada 4 Juli 1945 di lirung Talaud.

Estafanus Patta Malode Gagola dalam sejarahnya perna bergabung dengan sang proklamator RI Ir. Sukarno dan kawan-kawanya Dalam merencanakan kemerdekaan RI .

Estafanus Patta Malode Gagola dalam perjalanannya berorganisasi daerah Gorontalo, aktif dalam menjalankan tugas, rajin belajar serta berkawan dengan Mister Isehak mengenai cita-cita perjuangan bangsa Indonesia melalui riwyat perjuangan dari para pelopor/pemimpin antara lain ajaran Ir. Sukarno dan kawan-kawanya .

Estafanus Patta Malode Gagola merupakan salah satu tokoh sekaligus pemikir panutan masyarakat Talaud terutama dalam membentuk organisasi kepemudaan dalam berjuang melawan penjajah.

Tak hanya itu Estafanus Patta Malode Gagola pernah mengadakan suatu musyawarah dengan tokoh-tokoh masyarakat desa Lirung, dan maksud dari musyawarah tersebut adalah untuk membentuk satu badan organisasi para pemuda pemudi di Lirung.

Adapun tujuan dari organisasi untuk membimbing dan membina para generasi muda kearah gotongroyong, Olahraga dan Kesenian, dan terutama di insafkan dalam rasa persatuan seorang kepada yang lain, bahwa bersaudara, satu turunan baik sedesa Talaud bahkan se tanah Indonesia.

Pemuda Lirung di bangkitkan pada jiwah tauh bertanggung jawab serta setia sebagai mana telah di rintis dan di galang dalam wujut nyata ikrar Pemuda se Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928, dan Kongres di Jayapura.

Berlatar belakang dari anggota Badan Pengurus dan anggota biasa bahwa semuanya berdomisili di Lirung sekali pun berasal dari beberapa desa di pulau-pulau Talaud, sehingga nama organisasi itu di namakan “PAMIL” (Persatuan Anak Muda Indonesia Lirung).

Gagola mengambil kesempatan ini untuk menjakankan politiknya sebagai perintisan kemerdekaan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved