Breaking News:

Berita GMIM

Ribuan Pelsus Terpilih GMIM Jalani Katekisasi Tahap II, ini Pesan Steven Kandouw dan Pdt Hein Arina

Belasan ribu pelayan khusus (Pelsus) terpilih Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) menjalani Katekisasi.

Editor: Chintya Rantung
Istimewa/Dok.GMIM
Katekisasi Pelsus Terpilih GMIM untuk rayon Manado di Ruang Mapalus, kantor Gubernur Sulut, Senin (08/11/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Belasan ribu pelayan khusus (Pelsus) terpilih Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) menjalani Katekisasi.

Katekisasi Pelsus yang terdiri dari penatua, diaken dan penatua Kompelka BIPRA (Bapak, Ibu, Pemuda, Remaja, Anak Sekolah Minggu) berlangsung Senin hingga Sabtu (08-13/11/2021).

Pembukaan katekisasi berlangsung di Ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Senin pagi.

Katekisasi digelar per rayon pelayanan GMIM dan berlangsung hybrid, online dan offline.

Peserta offline, sebagian Pelsus berada di Ruang Mapaluse bersama Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM dan Tim Kerja Katekisasi.

Hari pertama, Katekisasi diikuti Pelsus terpilih Rayon Manado. Selanjutnya berturut-turut, rayon Bitung-Minut, Minahasa, Tomohon, Minsel dan Mitra.

Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw membuka tahapan penting dalam pelayanan GMIM periode 2022-2026 ini.

Kandouw yang mewakili Gubernur Olly Dondokambey membawa materi Peran Pemerintah dalam Misi Gereja.

Kepada peserta katekisasi, Kandouw mengungkapkan, gereja memiliki implikasi di semua elemen kehidupan masyarakat, laiknya penerimaan.

Kata dia, gereja dan pemerintah punya kapasitas saya, yakni sebagai pelayanan masyarakat (jemaat).

"Gereja dan pemerintah itu mengurus masyarakat, mengurus jemaat, dari lahir sampai meninggal," jelasnya.

Kepada peserta katekisasi, Wagub mengungkapkan, keberadaan GMIM sebagai gereja terbesar di Sulut harus memberi peran berarti bagi pembangunan Bumi Nyiur Melambai.

"Saya mengajak kita semua membantu program pemerintah. Sebab, kalau GMIM solid, GMIM kuat, Sulut juga pasti kuat dan maju," kata Kandouw yang juga Pelsus terpilih di GMIM Bukit Moria Rike.

Sementara, Ketua BPMS GMIM, Pdt Dr Hein Arine mengungkapkan rasa bangganya atas pemberian diri para Pelsus terpilih.

"Ini menggambarkan seberapa dalam, seberapa lebar, seberapa tinggi dan seberapa luasnya kalian cinta GMIM dan mengasihi Tuhan," kata Arina.

Katanya, menjadi pelayan khusus tidak gampang. Karena itu tanggung jawab pelayanan. "Ini semangatnya volunteer (sukarela)," jelasnya.

Meskipun demikian, ia memberi motivasi. Ketika para pelsus memberi diri, menyatakan kesediaan diri melayani, mereka akan dilengkapi dan dikuatkan.

"Tuhan Yesus sang Kepala Gereja pasti memampukan. Yakin dan percayalah," kata Arina.

Diketahui, pemilihan pelsus kolom digelar serentak di  10.931 kolom dalam 1.034 jemaat pada Jumat 15 Oktober 2021.

Sementara, pemilihan Pelsus Kompelka BIPRA berlangsung serentak di 1.034 jemaat pada Minggu 17 Oktober 2021.

Hasilnya, terpilih 21.862 Diaken dan Penatua Kolom serta 5.170 Penatua BIPRA.(ndo)

Baca juga: Kecelakaan Maut, Mashudi Pengendara Motor Titan Tewas, 4 Kendaraan Terlibat Tabrakan Beruntun

Baca juga: Ini Sosok yang Bantu AC Milan Imbangi Inter di Derby della Madonnina, Pengaruhi Wasit saat Pinalti

Baca juga: Prakiraan Cuaca Jabodetabek Selasa 9 November 2021, BMKG: Ini Wilayah yang Alami Hujan Petir

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved