Breaking News:

Berita Minsel

Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrim, BPBD Minsel Siaga

Semua bagian di BPBD Minsel diinstruksikan untuk memantau setiap perkembangan yang terjadi di Kabupaten Minsel.

Penulis: Rul Mantik | Editor: Chintya Rantung
Rul Mantik/Tribun manado
Dampak bencana angin puting beliung di Desa Tumaluntung, Kecamatan Suluun Tareran, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Curah hujan di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), mulai tinggi.

Hampir setiap hari hujan mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Minsel. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minsel pun siaga.

Menurut Pelaksana Tugas Kepala BPBD Minsel, Tori Joseph, memasuki Bulan November 2021, mulai terjadi pancaroba.

"Sejak memasuki Bulan November, curah hujan di Kabupaten Minsel mulai meningkat. Kemungkinan akan terus mengalami peningkatan hingga Bulan Desember mendatang," kata Tori Joseph, saat dihubungi TRIBUNMANADO.CO.ID, Senin (8/11/2021).

Dikatakan Tori, meningkatnya musim hujan di Kabupaten Minsel, membuat mereka meningkatkan kewaspadaan.

Semua bagian di BPBD diinstruksikan untuk memantau setiap perkembangan yang terjadi di Kabupaten Minsel.

"Kami selalu memantau kondisi di wilayah Kabupaten Minsel, baik cuacanya serta potensi dampak dari cuaca itu," ungkap Tori.

Dari topografi wilayah Kabupaten Minsel, kata Tori, bahaya yang mengancam adalah tanah longsor, banjir, gelombang pasang serta kebakaran hutan dan lahan.

"Namun di bulan November dan Desember, di saat musim hujan tinggi, bahaya yang selalu mengancam adalah banjir, tanah longsor dan gelombang pasang," ungkapnya.

Di Minsel, katanya, wilayah yang rawan longsor adalah Kecamatan Motoling raya, Kecamatan Ranoyapo, Tompasobaru, Modoinding, Suluun Tareran dan Maesaan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved