News Analysis
Ini Kata Pengamat Ekonomi Dr Robert Winerungan Terkait Dampak Ekonomi G-20 di Sulut
G20 ini beranggotakan 20 negara, yaitu 19 negara utama penyumbang ekonomi dunia termasuk Indonesia dan ditambah satu perwakilan regional.
Penulis: Mejer Lumantow | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Terkait dengan adanya wacana Sulut bisa menjadi tuan rumah G-20 tahun 2022, Pengamat Ekonomi Sulut Dr Robert Winerungan menilai hal ini tentu akan mendukung pemulihan ekonomi domestik.
Menurutnya, G-20 adalah forum ekonomi global yang dibentuk sebagai respons krisis ekonomi pada 1997-1998.
G20 ini beranggotakan 20 negara, yaitu 19 negara utama penyumbang ekonomi dunia termasuk Indonesia dan ditambah satu perwakilan regional yaitu Uni Eropa.
Kelompok Negara yang tergabung dalam G20 ini memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar di dunia dengan kontribusi 85% PDB dunia, menguasai 75% perdagangan internasional, dan 80% investasi global.
"Nah tujuan utama forum Negara G20 ini adalah menciptakan pertumbuhan ekonomi global yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif," papar Winerungan kepada Tribun Manado.
Dijelaskannya, Forum ini lahir dari krisis global G20 dan diharapkan menjadi role model untuk masyarakat internasional.
Hal ini untuk memberikan solusi atas tantangan ekonomi global seperti krisis 1998, resesi global 2008 dan khususnnya pemulihan ekonomi pada pandemic C1-19 saat ini.
"Dijadikannya Indonesia sebagai tempat penyelenggaraan KTT G20 tahun 2022 merupakan momentum penting untuk menunjukkan kepemimpinan Indonesia."
"Dan juga menjadikan Indonesia sebagai role model pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19," terang Winerungan.
Beberapa manfaat ekonomi secara langsung dari adanya pertemuan G20, kata Winerungan adalah peningkatan konsumsi domestic, penambahan PDB nasional serta adanya pelibatan UMKM dan penyerapan tenaga kerja.
"Dari penyelenggaraan KTT G20 ini yakin akan mendorong confidence dari investor global masuk di Indonesia yang tentunya akan memacu percepatan pemulihan ekonomi di daerah ini," sebutnya.
Sementara itu, jika nanti pelaksanaan G20 di Manado Sulawesi Utara, Winerungan mengatakan hal ini pasti berkontribusi dalam mendukung pemulihan ekonomi domestik, melalui rangkaian pertemuan yang menghadirkan ribuan delegasi dari seluruh negara anggota dan berbagai lembaga internasional.
"Kehadiran para delegasi berpotensi memberi manfaat bagi perekonomian Sulawesi Utara secara langsung terhadap sektor jasa.
"Khususnya transportasi, perhotelan, dan restoran dan secara tidak langsung akan berdampak terhadap persepsi investor untuk memankan modalnya di Sulawesi Utara termasuk potensi pariwisata," pungkas Dosen Ekonomi di Fakultas Ekonomi Unima ini. (Mjr)
• Bengkel Fadli, Satu - Satunya yang Ada Di Desa Terpencil Bokaka Boltim
• Bayi Arisa Nyaris Dibuang Ibunya Lantaran Lahir Prematur, Kini Tumbuh Jadi Anak Menggemaskan
• Kabar Celine Evangelista Setelah Bercerai, Jadi Single Parent, Bebaskan Anak Bertemu Stefan William