Breaking News:

BRI

Cerita Pedagang Pasar Tanawangko Minahasa Nyaman Bertransaksi dengan QRIS

Yulin Lasero (48), pedagang komoditas bawang, cabai rawit (rica), tomat dan  lain-lain di Pasar Tanawangko, Minahasa sudah enam bulan terakhir

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNMANADO/FERNANDO LUMOWA
Kick off SIAP QRIS di Pasar Tanawangko, Minahasa oleh BI, Wamen Perdagangan Jerry Sambuaga dan jajaran, Jumat (05/11/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.CO.ID - Sebagian pedagang tradisional di Sulawesi Utara (Sulut) mulai terbiasa menggunakan QR Code Indonesian Standart (QRIS)

Kehadiran QRIS terbukti bisa memberi manfaat positif membantu perputaran ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Yulin Lasero (48), pedagang komoditas bawang, cabai rawit (rica), tomat dan  lain-lain di Pasar Tanawangko, Minahasa sudah enam bulan terakhir menggunakan QRIS.

Ia biasa menggunakan  QRIS dua bank pemerintah. Selama itu, ia merasakan manfaat dari penggunaan QRIS.

"Saya tidak perlu sibuk cari uang kembalian.  Duit langsung ke rekening," ujar warga Desa Tambala, Kecamatan Tombariri Minahasa ini.

Cerita sama datang dari pasutri Faruk dan Lian Buga. Mereka berdagang peralatan kosmetik dan kebutuhan rumah tangga.

"Pakai QRIS lebih mudah karena torang tinggal scan. Tidak perlu pegang uang tunai," katanya.

Lian bilang, manfaat penggunaan QRIS perlu terus disosialisasikan ke masyarakat. "Khususnya ke orangtua. Kalau yang muda-muda, gampang saja," jelasnya.

Faruq mengatakan, sejauh ini memang pengguna QRIS relatif masih kurang. Radionya, 70:30. Masih lebih banyak pembeli yang membawa uang tunai.

"Makanya harus disosialisasikan terus. Kami pedagang terserah. Mau tunai bisa, pakai QRIS bisa," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved