Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK Sabtu 6 November 2021

BACAAN ALKITAB   Efesus 4:32 - Ramah, Mesra dan Mengampuni

Ramah, berarti baik hati, sabar, pengasih dan penyayang, sopan serta bertuturkata yang baik dan lembut, serta memiliki budi pekerti yang baik.

Editor: Aswin_Lumintang
Kolase Foto Tribunmanado/Istimewa
Paulus Berpisah dengan Penatua di Efesus, Jemaat Menangis Tersedu-sedu 

  Efesus 4:32
TRIBUNMANADO.CO.ID - Ramah, berarti baik hati, sabar, pengasih dan penyayang, sopan serta bertuturkata yang baik dan lembut, serta memiliki budi pekerti yang baik. Itulah ciri khas orang yang ramah. Orang ramah sangat menghargai dan menghormati orang lain dan cenderung berempati sebelum berbicara.

Rasul Paulus menasihati jemaat Efesus agar hidup demikian: ramah seorang terhadap yang lain. Dimensi ramah di sini adalah interaktif, dua arah dan timbal balik.

Maksudnya, jangan kita berharap orang lain saja yang ramah, tapi justeru terutama kita. Keramahtamahan kepada orang lain, harus dimulai dan dilakukan tanpa pandang bulu oleh kita, kepada siapapun, yakni kepada semua orang. Kitalah yang harus memulainya.

Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen (Istimewa)

Rasul Paulus melengkapinya lagi dengan hidup penuh kasih mesra. Kita diminta untuk hidup dalam "kemesraan" bersama sesama. Jangan ada dengki, jangan saling menyalahkan apalagi saling menyerang. Tapi kita harus hidup dalam interaksi yang tulus dan kudus bersama sesama yang ada di sekitar kita.

Jika ada yang menyakiti kita, kita harus mengampuni. Karena kita semua diajarkan untuk hidup saling mengampuni, bukan saling mencela dan mendendam. Siapapun dan kesalahan apapun yang dilakukan sesama, harus dibukakan pintu pengampunan bagi mereka.

Demikian firman Tuhan hari ini
  "Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu." (ay 32)_
Umat Tuhan harus hidup dalam keramahtamahan, bukan marah-marahan. Kuta dimasihati untuk hidup berdampingan dengan sesama, sebagai keluarga, jemaat, masyarakat, teman, kerabat dll, dalam keramahtamahan. Hiduplahbramah kepada sesama.

Ramah berarti hidup rukun dan damai dalam kemesraan. Ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat-berkat-Nya mengalir. Karena itu hendaklah kita menjadi yang utama dan pertama dalam mengaktakan hidup yang ramah terhadap sesama atau semua orang.

Janganlah hidup menang sendiri. Hiduplah juga untuk orang lain agar hidup kita semakin hidup karena turut jadi berkat bagi sesama.

Jika kita mau hidup menang sendiri, maka hiduplah sendiri dan tersendiri tanpa ada yang menemani, di tempatnya sendiri. Silahkan rasakan sendiri rasanya. Jadi, ramahlah, bukan marahlah. Ramahlah seorang terhadap yang lain. Sebab ramah itu menjadi kunci hidup bersama dengan sesama.

Dengan cara hidup yang penuh keramahtamahan itu, maka orang Kristen dalam kehidupannya dengan sesama dapat menjalin kemesraan. Hidup dengan kasih mesra menunjukkan bahwa kita telah hidup sebagai keluarga dan jemaat Kristen yang dewasa. Jauhi segala prasangka buruk, buka hati, berprilakulah baik dalam kasih yang telah diajarkan dan diwariskan oleh Tuhan Kita Yesus Kristus. Itulah yang berkenan kepada-Nya.

Paulus menginginkan bahwa sebagai umat Tuhan kita hidup dalam persekutuan yang baik dan hidup yang saling menghidupkan atau saling menjadi berkat. Sebab dengan demikian, persekutuan jemaat telah hidup memuliakan nama Tuhan.

Memang diakui bahwa perjalanan hidup manusia tidak sempurna. Ada kelemahan dan dosa yang sering terjadi. Paulus menasihati agar kita jangan saling mempersalahkan. Jangan sampai timbul prasangka buruk dan perpecahan di antara kita, sebagai keluarga, jemaat, masyarakat, di tempat pekerjaan kita, dalam pergaulan bahkan di mana saja kita pergi dan berada. Tapi hendaklah kita saling mengampuni seorang akan yang lain, jika salah satu di antara kita telah berbuat dosa.

Apapun dosa sesama kita, dan bagaimanapun kesalahan yang telah dilakukannya kepada kita, terimalah dan ampunilah mereka. Seperti Bapamu di sorga telah mengampuni segala dosa kita tanpa syarat. Dia mengampuni dan mengasihi kita secara luar biasa.

Kita harus mengampuni sesama, karena kita telah lebih dahulu diampuni oleh Tuhan Yesus. Karena itu, hendaklah kita hidup saling mengampuni dan saling melengkapi antara satu dengan yang lain. Sehingga semakin berkenan dan diberkatilah kehidupan kita dan keluarga dalam segala hal, sekarang sampai selamanya oleh kasih karunia Tuhan Yesus. Amin

 DOA:  Tuhan Yesus, ajarlah kami hidup ramah kepada sesama dan menjalin kemesraan dalam persekutuan, keluarga, jemaat dan masyarakat, serta saling mengampuni, agar kami hidup semakin berkenan kepada Tuhan. Amin

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved