RHK Jumat 5 November 2021

BACAAN ALKITAB Efesus 4:30-31 - Jangan Dukakan Roh Kudus

Ketika Tuhan Yesus terangkat ke sorga, selanjutnya Dia mencurahkan Roh Kudus kepada para rasul-Nya dan kepada semua orang percaya.

Editor: Aswin_Lumintang
internet
Ilustrasi Renungan 

  Efesus 4:30-31
TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketika Tuhan Yesus terangkat ke sorga, selanjutnya Dia mencurahkan Roh Kudus kepada para rasul-Nya dan kepada semua orang percaya. Roh Kudus Allahlah yang berdiam dalam hidup kita, yang menjadi Penolong yang memelihara hidup kita. Roh Kuduslah yang memeteraikan kita menjelang dan di hari penyelamatan kita.

Karena itu, Rasul Paulus menasihati jemaat di Efesus agar jangan mendukakan Roh Kudus. Roh Kudus terus menuntun dan mengarahkan kita agar selalu hidup benar, baik dan penuh kasih kepada semua orang, serta menjauhi segala perbuatan dosa. Ketika kita masih hidup berkanjang dengan dosa, maka ketika itu juga kita telah mendukakan Roh Kudus yang terus mendampingi hidup kita.

ilustrasi
ilustrasi ()

Paulus melihat bahwa jemaat pada waktu itu ada yang masih hidup dalam kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah. Perbuatan-perbuatan seperti ini adalah dosa yang mendukakan Roh Kudus Allah.
Karena itu, semua perbuatan itu harus ditanggalkan dari kehidupan kita sebagai anak Tuhan yang selalu dijaga, dilindungi dan diberkati-Nya. Demikian pun segala perbuatan jahat lainnya dalam bentuk apapun juga, haruslah dibuang jauh-jauh dari kehidupan kita umat yang percaya pada-Nya.

Demikian firman Tuhan hari ini.
  "Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
  Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan." (ay 30, 31)_

Praktik hidup dalam dosa, merupakan prilaku hidup yang tidak berkenan kepada Tuhan, dan mendukakan Roh Kudus yang tiada pernah berhenti melindungi dan menolong kita. Tanpa kita minta, Roh Kudus terus bekerja menjaga keluar masuk kita. Kitalah yang terlalu sering mengkhianati Roh Kudus.

Paulus ingin kita hidup berpadanan dengan keinginan Roh. Sebab itu adalah keuntungan dan kemenangan bagi kita sendiri. Semua bentuk pelanggaran dan dosa, segala kejahatan, hendaklah kita tanggalkan dan tinggalkan serta buang jauh-jauh dari kehidupan kita sebagai umat yang mengaku percaya kepada Tuhan Yesus.

Segala kepahitan, atau akar pahit yang sering menguasai kita, sehingga menimbulkan dendam sampai dendam kesumat kepada sesama, janganlah sampai menguasai kehidupan kita. Kita harus melepas pengampunan dengan tulus ikhlas kepada semua orang, siapapun mereka. Orang yang tidak seiman serta musuh sekalipun, harus kita ampuni. Jangan menyimpan akar kepahitan dalam hidup kita.

Paulus juga menasihati kita agar menjauhi kegeraman. Jangan hidup dalam kegeraman, tapi hiduplah dalam kegemaran akan Tuhan. Hiduplah gemar, bukan geram. Gemarlah pada kebaikan dan firman Tuhan. Itulah ciri khas orang Kristen, hidup dalam kegemaran, bukan kegeraman.

Kemarahan yang sering menguasai dan mengendalikan diri kita, harus ditentang. Gantilah kemarahan dengan keramahtamahan. Hiduplah sabar, dan ramah tamah dengan orang lain. Sehingga kita bisa menikmati kedamaian bersama orang-orang yang ada di sekitar kita. Karena kemarahan yang berlebihan akan mencelakakan bahkan menghancurkan diri kita dan orang lain.

Selanjutnya hal pertikaian. Hal ini juga tentu sangat mendukakan hati Tuhan. Tuhan Allah ingin agar kita hidup berdampingan dalam kedamaian dan menjauhkan perselisihan ataupun perseteruan. Justeru kita harus membangun persekutuan bersama jemaat, bukan perseteruan. Hiduplah bersama dan bersama-samalah hidup dalam persekutuan sebagai keluarga, jemaat dan masyarakat.

Hal yang sangat penting diperingatkan oleh Paulus juga adalah soal fitnah. Ada pepatah mengatakan bahwa: _"fitnah keji lebih kejam dari pembunuh."_ Artinya, ketika kita memfitnah orang, maka kit telah membunuh seseorang. Orang sering menyebutnya dengan _character assassination._

Paulus mengajarkan dan menasihatkan kita agar menjauhi dosa, hidup saling mengasihi, tidak mendukakan Tuhan tapi selalu memuliakan dan mengagungkan nama Tuhan. Itulah yang harus dilakukan oleh semua keluarga dan umat Kristen. Kita harus hidup dalam pertobatan, mengasihi semua orang dan selalu memuliakan nama Tuhan. Sehingga kehidupan kita selalu diberkati oleh Tuhan dalam segala hal bersama keluarga. Amin

  DOA: Tuhan Yesus, tolonglah kami agar senantiasa hidup menyenangkan hati-Mu dan menjauhi segala kejahatan. Pakailah kami jadi berkat bagi semua orang. Amin

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved