Breaking News:

Berita Bolsel

Gelar Aksi di Lokasi PETI Hulu Tobayagan Bolsel, Masyarakat dan Petugas Keamanan Adu Jotos

Ratusan masyarakat Desa Tobayagan, Kecamatan Pinolosian Tengah, Bolmong Selatan, Sulawesi Utara gelar aksi penolakan aktivitas PETI

Penulis: Indra Wahyudi Lapa | Editor: Chintya Rantung
iST/dokumentasi Amelia Mokoagow
Salah satu warga dipukul oleh pihak petugas penjaga PT BSB, saat warga melakukan aksi penolakan PETI 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Ratusan masyarakat Desa Tobayagan, Kecamatan Pinolosian Tengah, Bolmong Selatan, Sulawesi Utara gelar aksi penolakan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Aksi digelar Selasa (2/11/2021) di pintu masuk PT BSB, salah satu perusahaan yang diduga masih beroperasi di kawasan PETI Hulu Tobayagan.

Aksi sempat memanas pasca terjadi adu mulut antara masyarakat dengan petugas keamanan.

Hal itu dipicu ketika masyarakat memaksa masuk di titik operasi PT BSB.

Salah satu peserta aksi sempat menjadi bulan bulanan penjaga pintu masuk yang disebut-sebut warga sebagai "tujuh jenderal".

Tujuh jenderal yang dimaksud warga adalah preman bayaran yang sengaja ditugaskan oleh PT. BSB untuk berjaga di kawasan itu.

Hal itu disampaikan kepada Tribunmanado.co.id, Rabu (3/11/2021) oleh Amelia Mokoagow, warga Tobayagan yang turut terlibat dalam aksi tersebut.

"Tujuh jenderal yang dimaksud itu Kisno, Ulo, Tomi, Un, Ramdan, Ambek dan Roni," ungkapnya.

"Mereka preman-preman bayaran asal Tobayagan," tambahnya.

Kemudian, setelah dari lokasi PETI, massa aksi menuju Kantor DPRD Bolsel untuk menyampaikan aspirasi mereka dan disambut Anggota DPRD, Petrus Keni.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved