Breaking News:

Berita Mitra

DLH Mitra Belum Pernah Kaji Dampak Lingkungan Aktivitas Pertambangan di Ratatotok

Dampak lingkungan yang diakibatkan oleh aktivitas pertambangan di Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) masih kabur.

Penulis: Kharisma Kurama | Editor: Chintya Rantung
Kharisma Kuruma/Tribun Manado
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mitra, Muchtar Wantasen 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Dampak lingkungan yang diakibatkan oleh aktivitas pertambangan di Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) masih kabur.

Hal itu diakui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mitra, Muchtar Wantasen saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (2/11/2021).

"Berkaitan dengan lahan gundul atau tutupan lahan nanti dikoordinasikan dengan balai Balai PDAS Tondano," ucapnya.

Diakui, pihaknya baru akan melakukan pendataan dampak lingkungan akibat aktivitas pertambangan di Ratatotok.

"Torang baru mo beking. Jadi, tahun ini ada indikator yang harus diukur di Bapeda namanya IKTL," katanya.

Dijelaskan, sebelumnya pihaknya hanya melakukan survey konservasi.

"Jadi baru kali ini DLH akan melakukan pengecekan atau pemetaan tutup lahan," timpalnya.

Selain itu, pihak DLH juga akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait dengan identifikasi dampak lingkungan di wilayah pertambangan.

"Jadi bersinergi dengan pihak kehutanan dan BPDASHL. Kalau data itu torang baru mo beking. Karena wajib dimasukkan ke indikator Bapeda," tandasnya.

Selebihnya ia menjelaskan jika selama ini pihaknya terus berupaya melakukan konservasi hutan atau penghijauan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved