RHK Rabu 3 November 2021
BACAAN ALKITAB Efesus 4:25-27 - Buanglah Segala Dusta
Siapa di antara kita yang tidak pernah berdusta? Jawablah dalam hati dengan jujur. Jujurlah pada diri sendiri.
Efesus 4:25-27
TRIBUNMANADO.CO.ID - Siapa di antara kita yang tidak pernah berdusta? Jawablah dalam hati dengan jujur. Jujurlah pada diri sendiri. Kalau diri sendiri kita dustai, apalagi orang lain. Ketika kita mengaku bahwa kita tidak pernah berdusta, maka sesungguhnya kita adalah pendusta "terbesar," meski dalam takaran sekecil dan sesederhana apapun.
Rasul Paulus menasihatkan semua orang percaya, terutama jemaat Efesus sesuai dengan isi suratnya, bahwa orang Kristen jangan berdusta. Tapi nyatanya semua orang atau pada umumnya manusia telah atau pernah berdusta. Karena itu, Paulus mengingatkan agar semua jemaat bertobat dan menjauhi dusta itu dari kehidupannya.
Sekecil apapun dusta, tetaplah dusta. Kepada siapapun juga, kepada anak kecil atau orang yang tak berdaya sekalipun, kita tidak boleh berdusta. Dengan alasan apapun juga, dusta tetaplah dusta, bukanlah kebenaran.
Selain membuang dusta, Paulus juga meminta umat Tuhan agar mampu mengendalikan amarah. Amarah harus dikontrol agar tidak menguasai diri kita. Kalau kita marah, janganlah sampai berbuat dosa. Padamkanlah amarah dengan kasih Kristus, sebelum matahari terbenam.
Demikianlah firman Tuhan hari ini.
"Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota. Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu, dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis." (ay 25-27)
Paulus meminta kita membuang dan menjauhi dusta karna dusta bukan prilaku dan identitas orang Kristen. Dusta adalah musuh Kristen. Sebab dusta berasal dari si jahat, yakni iblis. Jadi orang Kristen harus hidup bersih dari dusta karena bapa dari dusta adalah iblis.
Tuhan Yesus berfirman dalam Yohanes 8:44, _"Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta."_
Jadi jelaslah siapa yang gemar berdusta, bapanya adalah iblis. Maukah kita punya tuan atau bapa iblis? Kemudian kita menjadi pengikutnya? Karena itu, segala jenis dusta dalam bentuk apapun, dengan alasan apapun dan kepada siapapun, buanglah itu. Jangan sampai hidup kita dikuasai dusta, sebab itu berarti kita sedang dikuasai oleh bapa segala dusta, yakni iblis. Bahwa kita pernah berdusta, itu akan diampuni oleh Tuhan Yesus asal kita bertobat dari dusta kita.
Mulai sekarang ini juga, buanglah dan singkirkanlah diri kita dari praktik hidup penuh dusta. Jika kita masih dikuasai oleh dusta, itu berarti kita telah hidup menjauh dari Tuhan, tapi mendekat kepada iblis. Maka semua orang percaya, keluarga dan orang Kristen harus hidup dalam kebenaran dan membuang segala dusta. Hiduplah dalam kebenaram.
Demikian juga dengan hal amarah. Jika kita marah, janganlah sampai kita berbuat dosa. Artinya marah harus dikendalikan sedemikian rupa agar tidak menguasai kita, tapi kitalah yang menguasai dan mengendalikannya sehingga terarah pada hal yang baik dan positif.
Namun, Paulus mengingatkan agar, janganlah kita menyimpan amarah sampai matahari terbenam. Padamkanlah amarah sebelum tenggelamnya sang mentari. Janganlah beri kesempatan kepada iblis untuk mendompleng dalam amarah, sehingga yang terjadi adalah percideraan, perpecahan, permusuhan, kehancuran dan nerbagai kejahatan lainnya. Itu berarti, iblis telah menguasai diri kita.
Maka jika kita marah, janganlah berbuat dosa dan janganlah sampai matahari terbenam kita masih menyimpan amarah. Itu makanan empuk iblis. Sebaliknya, hiduplah dalam kebenaran, kesabaran, ketenangan dan kedamaian dan sukacita iman, di dalam Tuhan Yesus Kristus. Dia pasti memberkati kita dan keluarga selalu dan selamanya. Amin.
DOA: Tuhan Yesus, ajarlah kami hidup kudus dan menjauhi dusta, serta dapat mengendalikan diri kami dengan baik, agar kami tidak jatuh dalam dosa. Amin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-renungan-778.jpg)