Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK Selasa 2 November 2021

BACAAN ALKITAB   Efesus 4:23-24 - Manusia Baru

Sesungguhnya oleh pengorbanan darah Tuhan Yesus di atas Kayu Salib, setiap orang yang percaya kepada-Nya, telah diampuni

Editor: Aswin_Lumintang
Kolase Foto Tribunmanado/Istimewa
Paulus Berpisah dengan Penatua di Efesus, Jemaat Menangis Tersedu-sedu 

  Efesus 4:23-24
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sesungguhnya oleh pengorbanan darah Tuhan Yesus di atas Kayu Salib, setiap orang yang percaya kepada-Nya, telah diampuni, diselamatkan dan dibaharui. Manusia hanya perlu memelihara anugerah Tuhan itu dengan sabar dalam kesetiaan dan ketaatan kepada Tuhan.

Namun, dalam praktik hidupnya, manusia banyak kali mengingkari kasih karunia Allah dengan berbuat dosa lagi, lagi dan lagi. Entah itu disengaja atau tidak, sadar atau tidak, langsung atau tidak langsung.

Keinginan daging dan tawaran dunia sering lebih menggiurkan, sehingga kita jatuh dalam dosa. Tetapi karena Allah mahabaik, pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih karunia, maka kita diampuni-Nya, asal kita bertobat dengan sungguh dan berbalik kepada Tuhan.

Kisah Paulus, Penganiaya Jemaat yang Berubah Saat Matanya Menjadi Buta, Pengaruhnya Besar
Kisah Paulus, Penganiaya Jemaat yang Berubah Saat Matanya Menjadi Buta, Pengaruhnya Besar (kolase foto tribun manado/istimewa)

Rasul Paulus menegaskan ini dalam nasihatnya kepada jemaat Efesus. Dia menegaskan agar umat Tuhan bertobat dengan sungguh, bukan hanya pertobatan tubuh, tapi pembaharuan dalam roh dan pikiran. Jadi, daging bertobat dan roh serta pikiran dibaharui. Artinya, pembaharuan roh dan pikiran harus diikuti oleh prilaku tubuh jasmani kita. Sehingga yang terjadi adalah pertobatan dan pembaharuan secara utuh dan menyeluruh. Tidak parsial.

Paulus melanjutkan bahwa, jemaat dan seluruh umat Kristen haruslah menjadi manusia baru. Itulah yang harus dikenakan oleh semua orang percaya, yakni sebagai manusia baru, yang hidup sesuai kehendak Kristus, dalam segala hal.

Demikian firman Tuhan hari ini.
  supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
  dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya."* (ay 23, 24)_

Pembaharuan yang dimaksud oleh Paulus adalah pembaharuan dalam roh, yang juga mencakup pembaharuan pikiran dan akal budi. Jika pembaharuan dimulai dan dilandasi dalam roh, maka pikirannya akan dikuasai roh yang mengarahkan akal budi kita untuk mengendalikan bodi (tubuh) kita.

Sehingga, baik tubuh, maupun, jiwa dan roh kita diperbaharui secara utuh dan menyeluruh. Tidak sebagian-sebagian, apalagi setengah-setengah.
Jadi, yang berubah jadi baru, bukan hanya bodi (tubuh), tapi juga budi (akal budi/pikiran). Itulah manusia baru, yakni manusia yang dikendalikan oleh roh dan hidup dalam tuntunan Roh Allah.

Kehidupan manusia baru itulah yang dikehendaki Allah dari kita umat gembalaan-Nya, yang mengarahkan kita untuk hidup dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya, di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Hidup baru dan meninggalkan cara hidup yang lama maksudnya, kita meninggalkan semua perbuatan jahat yang tidak berkenan kepada Allah, dan kita memberi diri dibaharui untuk melakukan segala sesuatu yang baik dan benar, sesuai firman Tuhan.

Segala yang tidak baik, semua dosa dalam bentuk apapun, harus ditanggalkan dan ditinggalkan. Kita ganti dengan "pakaian" baru, yakni hidup dalam pertobatan dan ketaatan kepada Tuhan Yesus.

Kenakanlah pakaian baru, sebagai tanda manusia baru, yang telah bertobat, hidup dalam kesetiaan kepada Tuhan Allah, serta mau memberi diri melayani dia. Perobahan sikap dan prilaku kita hendaknya dilakukan secara total, dalam kepasrahan kepada Tuhan. Kita harus berobah dan bertobat 180 derajat dari dosa kita, bukan 360 derajat.

Perobahan sikap dengan menjadi manusia baru, itulah reformasi yang sesungguhnya. Reformaai gereja, harus dimulai dari reformaai diri sendiri semua umatnya, sebab hakekat reformasi bukan sekedar pada kelembagaan, organisasi atau sistem yang digunakan, tapi pada perobahan perilaku hidup yang baik dan benar dari semua umat Tuhan. Itulah reformasi sejati dan paling mendasar.

Karena itu, sebagai keluarga dan jemaat atau orang Kristen, buanglah segala yang jahat. Tanggalkan dan tinggalkan itu dari hidup kita. Jadilah pembawa terang Api Injil Kristus di dunia ini, dan menangkanlah dunia untuk mendapatkan keselamatan kekal bersama Tuhan Yesus, Sang Jalan Lurus, Jalan Kebenaran dan Hidup. Muliakanlah Dia dalam segala hal. Amin

 DOA: Tuhan Yesus, mampukan kami mempertahankan hidup kami bersih dan benar, serta jadikan kami manusia baru yang hidup selalu memuliakan nama Tuhan. Amin

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved