Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kabar Tokoh

Henry Berty Pangemanan Tutup Usia 70 Tahun, Remboken Kehilangan Sosok Panutan, Selamat Jalan Opa Bos

Henry Berty Pangemanan menghembuskan napas terakhirnya, di Bermuda Inggris, 28 Oktober 2021 pukul 04.00 pagi waktu Bermuda

Editor: Finneke Wolajan
Henry Berty Pangemanan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bos buka dulu tu dompet, napa deng mo beli beras so nda ada," demikian ungkapan yang lekat dengan sosok Henry Berty Pangemanan

Henry selalu mengucapkan ini ketika bertemu seseorang di jalan, sampai-sampai ia dijuluki Menteri Pajak.

Setiap bertemu dengan orang di jalan, pasti dimintakan uang. Uang hasil pajakan itu dipakai untuk mentraktir anak-anak di rumah.

Tingkah Henry yang juga akrab dipanggi Opa Bos atau Opa Gode ini tinggal kenangan, yang akan diingat oleh semua orang yang kenal sosoknya. 

Henry Berty Pangemanan
Henry Berty Pangemanan dan istrinya, Jeanne Mawikere (Istimewa)

Henry Berty Pangemanan, sosok suami, papa, opa, kakak, om dan teman terbaik telah pulang ke rumah Bapa di Sorga.

Henry Berty Pangemanan menghembuskan napas terakhirnya pada usia 70 tahun, di Bermuda Inggris, 28 Oktober 2021 pukul 04.00 pagi waktu Bermuda.

Ia meninggal dengan sangat tenang dalam tidurnya, di rumah anak pertamanya, Dewi Pangemanan

Henry Berty Pangemanan adalah mantan Hukum Tua Desa Leleko, kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa.

Ia menjabat selama dua periode, dari tahun 1993 hingga 2001.

Henry Berty Pangemangan bersama dua putrinya, Dian (Kiri) dan Dewi (Kanan)
Henry Berty Pangemangan bersama dua putrinya, Dian (Kiri) dan Dewi (Kanan) (Istimewa)

Henry meninggalkan seorang istri bernama Jeanne Mawikere dan dua orang anak Dewi Pangemanan (Bermuda, Inggris) dan Dian Pangemanan (Amerika Serikat).

Juga enam orang cucu, Dylan Kairupan, Dimitri Kairupan, Devyn Kairupan, Sabrina Lombardi, Michelle Lombardi dan Isabelle Lombardi.

Kepergian Henry begitu mengejutkan, banyak orang kehilangan sosok ayah dan panutan.

Henry Berty Pangemangan dan cucu-cucunya
Henry Berty Pangemangan dan cucu-cucunya (Istimewa)

"Waktu mama bangun hendak pergi ke toilet, papa sudah tidak bergerak. Mama langsung teriak dan Dewi anak pertamanya langsung menelpon ambulans. Saat ambulas datang, mereka sempat melakukan pertolongan tapi petugas medis berkata papa sudah meninggal, kata Dian.

Menurut Dian Pangemanan, sang ayah sangat dengan banyak orang. Dalam bergaul, tidak pernah memandang siapa dia dari mana asalnya.

Ungkapan Hati Dian

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved