Bank SulutGo

Transformasi Digital, BSG Stop Terima Frontliner dan Tak Tambah Outlet Layanan Baru

Direktur BSG, Revino Pepah mengungkapkan, semua instrumen produk digital BSG mencatatkan pertumbuhan secara year on year (yoy).

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Fernando Lumowa
Pelayanan petugas teller Bank SulutGo (BSG) kantor cabang utama Manado, beberapa waktu lalu. Seiring transformasi digital, transaksi nontunai di BSG terus berkurang. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Bank Sulut Gorontalo (Bank SulutGo) fokus menggenjot transformasi digital sekitar empat tahun terakhir.

Program tersebut membuahkan hasil. Hal itu tercermin pada rasio transaksi digital BSG.

Per triwulan III tahun 2021, transaksi digital BSG naik 44,81 persen. Sementara transaksi di teller BSG turun 34,7 persen.

Direktur BSG, Revino Pepah mengungkapkan, semua instrumen produk digital BSG mencatatkan pertumbuhan secara year on year (yoy).

Mulai dari BSG ATM, BSGtouch, BSGdebit untuk nasabah perorangan.

"Demikian juga untuk BSGdirect, layanan keuangan institusi dan Kasda Online juga naik," kata Pepah kepada tribunmanado.co.id, Jumat (29/10/2021).

Transformasi digital memberi konsekuensi pada operasional di kantor cabang dan unit layanan BSG.

"Sebagian besar, yakni sekitar 95 persen transaksi di BSG sudah digital, sudah non-tunai sementara yang datang ke kantor bank sudah sedikit," jelasnya.

Pelayanan petugas teller Bank SulutGo (BSG) kantor cabang utama Manado, beberapa waktu lalu. Seiring transformasi digital, transaksi nontunai di BSG terus berkurang.
Pelayanan petugas teller Bank SulutGo (BSG) kantor cabang utama Manado, beberapa waktu lalu. Seiring transformasi digital, transaksi nontunai di BSG terus berkurang. (tribunmanado.co.id/Fernando Lumowa)

Berkurangnya transaksi nontunai membuat beban kerja teller dan pegawai frontliner seperti customer service BSG berkurang.

"Karena itu, kita setahun terakhir tidak menambah pegawai frontliner, teller karena penurunan transaksi offline tadi," jelasnya.

Kalaupun ada perekrutan pegawai, itu benar-benar dibutuhkan dan bukan di bagian teller atau customer service.

Sejalan dengan itu, kata Pepah, pihaknya dua tahun terakhir tidak lagi melakukan pembukaan kantor cabang, cabang pembantu, kantor kas atau unit.

"Selain karena pandemi Covid-19, ya itu tadi karena transaksi di teller turun. Makanya pembukaan outlet kita tahan dulu," katanya lagi.

Ia mengakui, BSG tengah kelebihan tenaga frontliner. Solusinya, mereka akan diberdayakan ke bidang lain seperti analis hingga tenaga pemasar.

"Tentu ada proses assesment dulu," ujar dia.

Seiring dengan itu, BSG terus memacu kualitas SDM yang dimiliki agar bisa memenuhi tuntutan perbankan digital. (ndo)

2 Hari Lagi, WhatsApp Tidak Bisa Lagi Digunakan di Android 4.0.4, Ini Daftar Smartphonenya

Peran Kaum Muda Masa Kini Menurut Putri Bitung Yvette Ranodonuwu

Peringatan Dini Besok Sabtu 30 Oktober 2021, BMKG: 28 Wilayah Potensi Alami Cuaca Ekstrem

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved