Berita Terkini

Demi Menghemat Anggaran, Jokowi Pilih Carter Garuda Indonesia Ketimbang Naik Pesawat Kepresidenan

Keputusan mencarter pesawat Garuda Indonesia untuk perjalanan Presiden Joko Widodo ke tiga negara juga mempertimbangkan sisi efisiensi anggaran.

(dok. Agus Suparto)
Presiden Joko Widodo saat bertolak ke Roma, Italia pada Jumat (29/10/2021) dalam rangka menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Presiden Jokowi Carter Garuda Indonesia daripada naik Pesawat Kepresidenan.

Hal ini dilakukan oleh kepala negara agar lebih menghemat anggaran.

Hari ini, Presiden Joko Widodo bertolak ke Roma, Italia, Jumat (29/10/2021) untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

Sebelum berangkat, Jokowi memberikan keterangan lewat video yang diunggah di YouTube resmi Sekretariat Presiden.

Presiden <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/joko-widodo' title='Joko Widodo'>Joko Widodo</a> saat bertolak ke Roma, Italia pada Jumat (29/10/2021) dalam rangka menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

Setelahnya, Jokowi juga mengunggah keterangan soal rangkaian perjalanannya di akun Instagram resminya @jokowi.

Unggahan itu disertai foto dirinya memberikan hormat di pintu pesawat sebelum lepas landas.

Namun, ada yang berbeda pada pesawat yang digunakan presiden hari ini.

Jika dalam kunjungan kerja ke sejumlah provinsi Jokowi biasa naik pesawat kepresidenan berjenis Boeing Business Jet (BBJ) 2 yang berasal dari tipe 737-800 berwarna kombinasi merah putih, maka kali ini dirinya menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan dominasi warna putih.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan, keputusan mencarter pesawat Garuda Indonesia untuk perjalanan Presiden Joko Widodo ke tiga negara juga mempertimbangkan sisi efisiensi anggaran.

Jumat (29/10/2021) siang ini, Jokowi dan rombongan bertolak ke Roma, Italia dalam rangka menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

Sebab, semua rombongan, termasuk menteri yang harus hadir dalam undangan juga masuk dalam pesawat yang sama. 

“Tentunya penggunaan anggaran juga menjadi perhatian kami. Setelah kami hitung jauh lebih hemat dengan turut sertanya para menteri dalam rombongan ini, dibandingkan para menteri ini menggunakan pesawat komersial," ujar Heru dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/10/2021).

Dia mengungkapkan, total ada enam menteri yang ikut dalam pesawat ini, Menko Perekonomian, Menko Kemaritiman dan Investasi, Menteri Luar Negeri, Menteri Keuangan, Menteri BUMN dan Sekretaris Kabinet.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved