Berita Bitung
Wali Kota Bitung Maurits Mantiri Bayar Tagihan Air Pakai Link Aja
Link Aja melalui perusahannya PT Fintek Karya Nusantara, telah bersepakat dengan pemerintah Kota (Pemkot) Bitung.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado – Link Aja, layanan keuangan Digital yang juga anggota Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bakal menopang misi Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sebagai Kota Digital.
Link Aja melalui perusahannya PT Fintek Karya Nusantara, telah bersepakat dengan pemerintah Kota (Pemkot) Bitung melakukan kerjasama Digitalisasi pembayaran.
Kerjasama itu di tuangkan dalam penandatanganan kesepakatan bersama, yang dilakukan oleh Ir Maurits Mantiri MM Wali kota Bitung dengan Brayen Gamaliel District Manager Link Aja Sulutgo, 26 Oktober kemarin di ruang sidang lantai 4 kantor Walikota.
Penandatanganan kesepakatan bersama anatara PT Fintek Karya Nusantara (Link Aja) dengan pemkot Bitung, diikuti oleh Wibawa Prasetiawan Chief Officer Link Aja Pusat lewat teleconference.
Pada kesempatan itu juga, Wali kota BItung Maurits Mantiri langsung memanfaatkan link aja untuk melakukan pembayaran tagihan air di rumah pribadinya di Kelurahan Manembo-Nembo.
“Ternyata link aja, sudah ada di hape saya sejak lama,” kata Maurits Mantiri.
Setelah berhasil melakukan transaksi digital, yaitu pembayaran tagihan air menggunakan Link Aja Maurits memperlihatkan bukti transaksi ke jajaran Link Aja di pusat lewat video conference.
Wali kota Bitung Ir Maurits Mantiri dalam keterangannya, terkait dengan kerjasama dengan Link Aja dilakukan sebagai bentuk dan cara agar tidak terjebak dengan perasaan tanpa diskriminasi, tanpa ketidakadilan dan ketidak pastian.
“Kalau sudah di digitalisasi, tidak adalagi yang berani main mata. Sehingga kita bisa berada dalam iklim dan prosedur peraturan dan perundang undangan yang berlaku."
"Meski dalam melaksanakan visi dan misi sebagai kota Digital meski banyak yang komplein, karena yang dimaksud untuk meningkatkan literasi harus mulai dengan kebiasaan,” kata Maurits Mantiri.
Dukungan visi misi digital di Kota Bitung, melibatkan Dinas Kominfo, tim digital, akademisi dalam satu kesatuan serta bantuan Gerakan cepat (gercep) dari Bank Indonesia bisa berupaya melakukan integrasi yang berjalan efektif.
Kerjasama dengan link aja menjadi barometer, dalam praktek digital di transaksi keuangan yang masih butuh banyak bimbingan.
Pihaknya akan mengatur transaksi yang ada di sektor pelayanan public, seperti di rumah sakit umum daerah, pariwisata, perusahan daerah ke link aja menjadi terintegrasi dengan dukungan data base atau penghubung secara digital.
“Kedepan kami harap masyarakat Kota Bitung bisa sadar, bahwa kedepan nanti digitalisasi adalah pilihan bukan di tunda-tunda,” tandasnya.
Menurut Wibawa Prasetiawan Chief Officer Link Aja, layanan digital mampu bantu visi misi Kota Bitung sebagai kota Digital lewat pembayarna sehat dan rahasia dengan menyediakan kemudahan pembayaran pada ekosistem digital di Kota Bitung.
“Kota Bitung sebagai kota Pelabuhan internasional, memiliki potensi yang sangat besar mulai dari pariwisata, perikanan, bahari dan sektor lainnya."
"Sangat tepat bangun ekosistem keuangan digital yang holistic, sejalan seiring seirama dengan visi misi Kota Bitung mewujudkan digitalisasi dalam pembayaran berbagai kebutuhan yang holistic,” tutur Wibawa Prasetiawan.
Selian itu Link Aja berkomitmen untuk, mendorong UMKM local bangkit di tengah pandemic Covid 19.
Link Aja sangat antusias menjamin lalu lintas keuangan, mengalir ke semua sektor dari atas dari bawah bersama Bank Indonesia secara legalistas bisa terjadi dengan baik.
Lewat kerjasama ini, pihaknya antusiasi berkolaborasi sehingga literasi keuangan dapat jangkau semua lapisan masyarakat sesuai dengan amanat pemerintah Indonesia.
“Percepatan digitalisasi pembayaran, agar kita semua bisa berkompetisi kepada negara dan berkontribusi kepada masyarakat untuk memulihkan ekonomi nasional di tengah tantangan pandemic Covid 19,” jelasnya.
Kehadiran Link Aja secara digital juga hadir secara fisik, di Provinsi Sulut dan Gorontalo untuk memajukan bersama transaksi keuangan digital.
Arnonas Hutabarat Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara (Sulut), menilai kerjasama digitalisasi pembayaran antara Pemkot Bitung dengan Link Aja dimana transaksi perekoenomian dapat dilakukan dengan mudah pakai smart phone.
Cara-cara digital tersebut, bisa dirasakan secara massif baik kalangan usaha maupun masyarakat secara luas.
“Dengan kecenderungan tersebut, tahun 2025 kami harapkan eksosistem ekonomi di ruangan digital dapat berjalan terintegrasi secara ril, antar pemerintah,industry, usaha mikiro kecil dan menengah, pasar, pariwisata, transporatasi, petani, nelayan dan masyarakat dengan system pembayaran yang membawa 91,3 juta penduduk yang terlayani atau anbank."
"Dan 62,9 juta usahan mikro kecil menengah untuk masuk ke dalam kategori kauangan formal secara berkesinambungan melalui pemanfaatan teknologi digital,” jelas Arbonas Hutabarat.
Arbonas Hutabarat melihat, baru di Kota Bitung melakukan kerjasama seperti ini.
Dengan ini akan menjadi kesempatan penyelenggara system pembayaran untuk merebut pasar ini.
Tentang Bitung
Kota Bitung adalah salah satu kota di provinsi Sulawesi Utara.
Jarak dari Manado ke Manado Ibu kota Provinsi Sulut yakni 42,4 kilometer lewat Jalan Tol Manado - Bitung, atau sekitar 50 menit ditempuh dengan kendaraan roda empat.
Kota ini memiliki perkembangan yang cepat karena terdapat pelabuhan laut yang mendorong percepatan pembangunan.
Wilayah Kota Bitung terdiri dari wilayah daratan yang berada di kaki Gunung Dua Sudara dan sebuah pulau yang bernama Lembeh.
Kota Bitung terdiri dari 8 kecamatan dan 69 kelurahan, dengan luas wilayah 302,89 km² dan sebaran penduduk 730 jiwa/km².
Saat ini Kota Bitung dipimpin Wali Kota Maurits Mantiri dan Wakil Wali Kota Hengky Honandar. (crz)
• Kronologi Penangkapan Pengedar Uang Palsu di Minut, Berawal dari Belanja di SPBU
• Kades Gunakan Dana Bantuan untuk Bayar Hutangnya, Padahal Akan Dipakai Buat Menata Saluran Irigasi
• Tepergok Satu Mobil dengan Ariel NOAH, Aura Kasih Beber Fakta Sebenarnya