Breaking News:

PLN

PLN UPDK Minahasa Bangun Jalan ke Air Terjun Kulung-kulung Minsel Pakai Limbah PLTU Amurang

PLN Unit Pengendalian Pembangkitan (UPDK) Minahasa memperluas jangkauan program pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
fernando Lumowa/Tribun Manado
Wakil Bupati Minahasa Selatan, Pdt Petra Y. Rembang MTh didampingi Manajer PLN UPDK Minahasa, Andreas Arthur menggunting pita meresmikan jalan akses ke objek wisata Air Terjun Kulung-Kulung, Desa Wiau Lapi, Tareran yang dibangun memanfaatkan material FABA limbah PLTU Amurang, Rabu (27/10/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - PLN Unit Pengendalian Pembangkitan (UPDK) Minahasa memperluas jangkauan program pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA), limbah sisa pembakaran PLTU Amurang.

Rabu (27/10/2021), Manajer PLN UPDK Minahasa, Andreas Arthur Napitupulu dan Wakil Bupati Minsel, Pdt Petra Rembang MTh meresmikan jalan akses ke objek wisata Air Kulung-Kulung dan Air Terjun Tunan di Desa Wiaui Lapi, Kecamatan Tareran, Minsel.

Jalan akses dari ujung permukiman Wiau Lapi ke air terjun itu dibangun PLN UPDK Minahasa sebagai CSR.

Apa yang istimewa dari bantuan akses jalan itu, PLN UPDK Minahasa menggunakan Fly Ash  Bottom Ash (FABA), limbah sisa pembakaran PLTU Amurang sebagai campuran beton mortar.

Andreas mengatakan, campuran beton mortar biasanya terdiri dari semen, dan pasir.

Dengan adanya FABA bisa memberikan efisiensi tanpa mengurangi kekuatan dan kualitas beton.

Dijelaskan, pada umumnya komposisi mortar yang digunakan adalah 1:5 antara semen dan pasir.

Namun dengan masuknya fly ash yang mencapai 50 persen, komposisinya berubah menjadi 0.5 : 2 : 4 (semen : pasir : fly ash) untuk fase jalan satu.

Sementara, untuk fase jalan dua, komposisinya, 0.5 : 2.5 : 3 (semen : pasir : fly Ash).

"Jalan fase satu hanya dilalui kendaraan roda dua dan fase dua untuk kendaraan sekelas roda empat," kata Andreas.

Terkait dengan kualitas beton, prakiraan dari tim riset PLN UPDK Minahasa, akan mencapai lbh dari 10 Mpa.

Dimana, kendaraan di level desa bisa dengan nyaman menggunakan jalan beton ini dengan biaya yang jauh lebih murah.

"Selain beton, kami menggunakan fly  ash sebagai materi urukan pengganti sirtu sebelum pembetonan," ujarnya lagi.

Dalam pembangunan jalan ke objek wisata air terjun itu, PLN menggunakan 395 ton (56 truk) fly Ash; 181 sak semen dan 10 truk pasir. "Material itu menghasilkan semen mortar 155 ton dan urukan sebanyak 333,5 ton.

Wakil Bupati Minsel, Pdt Petra Rembang MTh menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian PLN UPDK Minahasa.

"Memang untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, butuh kerja sama pemerintah dengan stakeholder, BUMN dan swasta. Pembuatan jalan ke objek wisata di Wiau Lapi ini salah satu contohnya," jelasnya.

Rembang berharap, bantuan PLN tak berhenti di situ. Ada banyak sarana-sarana fisik yang bisa dibangun dengan memanfaatkan FABA.

"Semoga lebih banyak lagi fasilitas yang dibangun berkat kolaborasi dengan PLN," katanya.

Hukum Tua Wiau Lapi, Christian Daniel mengungkapkan, bantuan PLN UPDK Minahasa sangat bermanfaat.

"Akhirnya persoalan akses jalan sepanjang hampir dua kilometer ini teratasi. Ke depan kami fokus pemberdayaan objek ini oleh Bumdes," jelasnya.

Berikutnya, Pemdes Wiau Lapi berencana kembali kerja sama dengan PLN untuk pembangunan sarana di desa lainnya.

"Ada beberapa jalan ke sentra ekonomi desa yang perlu dibangun. Kebetulan ada program pemanfaatan FABA ini, kami akan manfaatkan," jelasnya.(ndo)

BERITA FOTO: Penerapan Prokes di Megamall Manado

177 Desa dan Kelurahan di Kabupaten Minsel Musyawarah Batas Wilayah

Cewek Minsel Chindy Crawford Ruslan: Harga Rapid Tes RT PCR Kemahalan

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved