Breaking News:

Berita Sulut

Pertama di Indonesia, PLN UPDK Minahasa Ubah Limbah PLTU Jadi Material untuk Gedung Gereja

PLN Unit Pelaksana Pembangkit (UPDK) Minahasa melakukan terobosan dalam rangka Hari Listrik Nasional (HLN) ke-76

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
fernando Lumowa/Tribun Manado
Asisten I Pemkot Tomohon, Enos Pontororing; Ketua TP PKK Kota Tomohon, Jeand' Arc Senduk-Karundeng dan Manajer PLN UPDK Minahasa, Andreas A Napitupulu menggunting pita tanda penyerahan CSR pemanfaatan FABA untuk GGP Tondangouw, Kota Tomohon, Selasa (26/10/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - PLN Unit Pelaksana Pembangkit (UPDK) Minahasa melakukan terobosan dalam rangka Hari Listrik Nasional (HLN) ke-76 yang diperingati setiap 27 Oktober.

PLN UPDK Minahasa melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) membantu penyelesaian pembangunan Gereja Gerakan Pentakosta (GGP) Bukit Zaitun Kelurahan Tondangow, Kota Tomohon.

Menariknya, dalam program ini, PLN UPDK Minahasa material Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dari PLTU Amurang sebagai pengganti sebagian material bangunan, khususnya bata, semen mortar dan campuran pengecoran.

FABA adalah limbah sisa pembakaran batu bara yang notabene sumber energi primer PLTU.

UPDK Minahasa memanfaatkan FABA yang merupakan sisa hasil pembakaran batu bara di boiler dan ESP PLTU.

FABA diolah menjadi bahan campuran batako; dan semen mortar untuk perekatan batako, proses lapisan dinding (plesteran) dan pengacian.

Manajer UPDK Minahasa, Andreas A Napitupulu mengatakan, pemanfaatan FABA untuk material semen mortal untuk plesteran, aci dan pengecoran yang diaplikasikan ke bangunan merupakan yang pertama di Indonesia.

"Program mengolah FABA sudah banyak di Indonesia tapi yang diaplikasikan semua ke material bangunan, ini yang pertama," jelas Andreas di sela penyerahan CSR ke GGP Tondangouw, Tomohon, Selasa (26/10/2021).

Ia menjelaskan, produk batako sebelum memakai FABA menggunakan komposisi 20 persen semen dan 80 persen pasir dengan tingkat mutu beton kelas II atau 9,38 MPA.

Setelah menggunakan produk FABA pada tingkat mutu beton yang sama maka komposisi berubah menjadi 45 persen FABA, 15 persen semen dan 40 persen pasir.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved