Pilpres 2024

Elektabilitas Ganjar Pranowo Tertinggi Jadi Capres, PDIP: Pemimpin Bangsa Tak Ditentukan oleh Survei

Menurut Hasto, Indonesia mencari sosok pemimpin yang berani mengambil tanggung jawab dan keputusan.

Dokumen DPP PDI-P
Sekjen DPP PDI-P Hasto Kristiyanto dalam konferensi pers pengumuman paslon Pilkada 2020, Rabu (2/9/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hasil survei terbaru Litbang Harian Kompas menunjukkan elektabilitas politikus PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo berada pada urutan teratas.

Elektabilitas Gubernur Jawa Tengah tersebut sama dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Dikutip dari Youtube Harian Kompas, Senin (18/10/2021), Prabowo dan Ganjar sama-sama meraih elektabilitas sebesar 13,9 persen dalam survei calon presiden (capres) untuk Pemilu 2024.

Bagaimana tanggapan PDI Perjuangan?

Sekjen PDI Perjuangan <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/hasto-kristianto' title='Hasto Kristianto'>Hasto Kristianto</a> menghadiri acara pengumuman hasil verifikasi dan penetapan partai politik peserta pemilu 2019 di Jakarta, Sabtu (17/2/2018). KPU menetapkan 14 dari 16 partai politik sebagai peserta Pemilihan Umum 2019, setelah keempat belas partai itu dianggap memenuhi syarat administrasi dan verifikasi faktual secara nasional. TRIBUNNEWS/HERUDIN

Sekjen PDIP, Hasto Kristianto, memberikan tanggapannya terkait elektabilitas Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang tinggi berdasarkan hasil survei terkait calon presiden untuk Pilpres 2024.

Hasto menyebut seorang pemimpin bagi bangsa dan negara tidak hanya ditentukan oleh survei saja.

Menurut Hasto, Indonesia mencari sosok pemimpin yang berani mengambil tanggung jawab dan keputusan.

"Seorang pemimpin bagi bangsa dan negara tidaklah semata-mata ditentukan oleh survei. Karena kalau kita lihat dulu Pak SBY surveinya juga tinggi, tapi keputusan politiknya bagaimana."

"Ini menjadi pendidikan politik bagi kita, bahwa kita mencari sosok pemimpin yang berani mengambil tanggung jawab, berani mengambil keputusan," kata Hasto dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Minggu (24/10/2021).

Lebih lanjut, Hasto menuturkan Indonesia bukan hanya mencari pemimpin yang menyenangkan semua pihak.

Pasalnya, sudah banyak tantangan-tantangan di masa depan yang akan menjadi tanggung jawab pemimpin yang akan datang.

Di antaranya ada tantangan internasional di Laut China Selatan dan krisis Timur Tengah.

Kemudian ada juga beban kebijakan fiskal terhadap utang akibat pandemi.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved