Selasa, 5 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Kotamobagu

Jual Kue Putu di Kotamobagu, Yono Raup Rp 600 Ribu Sehari 

Yono adalah warga Jawa Tengah yang datang mencari sesuap nasi di Kotamobagu. Perhari dirinya bisa mendapatkan rupiah hingga 600 ribu.

Tayang:
Penulis: Nielton Durado | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Nielton Durado
Yono salah satu penjual Kue Putu keliling di Kotamobagu 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Rejeki tak pernah memandang latar belakang pendidikan.

Melainkan kepada mereka yang selalu bekerja keras. 

Hal ini diungkapkan oleh Yono, salah seorang penjual Kue Putu di Kotamobagu.

Yono adalah warga Jawa Tengah yang datang ke Kotamobagu

Ia datang sekitar tahun 2006 ke Kota Bentor, dan sudah menetap sekitar 15 tahun.

Sejak kedatangannya ke Kotamobagu, dirinya sudah mencoba berbagai usaha.

Mulai dari berjualan bakso tusuk keliling, hingga tukang jahit.

Uang dari kerja kerasnya tersebut lalu dibeli untuk sebuah motor. 

"Saya beli motor dan kemudian jualan kue putu," kata dia ketika ditemui tribunmanado.co.id, Jumat (22/10/2021) di Kampung Baru, Kota Kotamobagu

Kue putu yang dijualnya hanya seharga Rp 1000 perbuah saja.

Setiap hari pria 51 tahun ini keluar dari rumahnya sekitar pukul 15.00 Wita. 

"Alhamdulillah selalu habis, dan keuntungannya bisa mencapai Rp 600.000 sehari," ucapnya. 

Jika pembelin di Kotamobagu sepi, Yono memilih berjualan ke Kecamatan Lolayan hingga Dumoga Bersatu.

"Tapi jarang kesana, karena biasanya di Kotamobagu saja sudah habis," ungkap dia. 

Di Kotamobagu, Yono mengaku tinggal di kontrakan. 

Pasalnya, anak dan istrinya tetap tinggal di Pantura, Jawa Tengah.

"Saya hanya pulang kalau pas Idul Fitri saja," ungkapnya. 

Pria dua anak ini mengaku pernah bersekolah.

Tapi karena keterbatasan ekonomi, sekolahnya terhenti dan tak lagi diteruskan.

"SD saja saya tak lulus," ungkapnya. 

Meski tak lulus SD, Yono tak mau menyerah dengan keadaan. 

Ia lalu merantau dan berjualan jauh dari rumahnya. 

"Kalau di Jawa kan saingannya banyak, jadi saya memilih jualan kesini," ungkap dia. 

Sesekali, ia sering merasa rindu dengan keluarganya. 

Tapi karena ingin mencari nafkah, rindunya tersebut ia pendam hingga Idul Fitri atau hari besar keagamaan lainnya. 

"Kalau kangen pasti, tapi saya ingin sekolahkan anak. Supaya tak seperti saya," ucapnya. 

Setiap keuntungan yang didapat olehnya selalu disisipkan untuk dikirim ke anak dan istrinya. 

Ia mengaku jika hidup di Kotamobagu harus pintar berhemat. 

"Harus benar-benar hemat dan menabung, karena barang-barangnya sedikit mahal," ucapnya. 

Kue putu yang dijual Yono terbuat dari tepung beras dan gula merah.

"Di Kotamobagu kami bertiga jualan kue putu, tapi itu sudah usaha masing-masing dan sudah bagi wilayah," ungkapnya.

Yono pun mengaku kerja jauh dari keluarga memang berat. 

Namun, Karena sudah terbiasa merantau, ia merasa hal ini menjadi sesuatu yang lumrah. 

"Awal-awalnya berat, tapi sekarang sudah terbiasa," ucapnya. 

Saat ini sang anak yang tertua sudah bekerja di pabrik Adidas.

Sedangkan yang adik masih menempuh pendidikan di SMK.

"Jadi saya nggk mau anak-anak nanti kerjanya seperti saya, jualan trus jauh dari keluarga. Mereka harus bisa sekolah dan kerja sendiri," ungkapnya. 

Ia pun berpesan kepada semua masyarakat yang ada di Sulut untuk tak malu berjualan. 

"Kalau halal tak perlu malu. Malulah ketika kalian mencuri karena tak punya apa-apa," tegasnya. 

Sementara itu, Shinta salah satu warga yang menikmati kue putu buatan Yono mengaku rasanya sangat enak.

"Kalau saya pulang kerja dan kebetulan masnya ada pasti saya beli. Karena rasanya sangat enak," tandasnya.

Tentang Kotamobagu

Kota Kotamobagu adalah salah satu kota di provinsi Sulawesi Utara, Indonesia.

Jarak Kotamobagu ke Kota Manado yakni 171,2 km, atau memakan waktu sekitar 5 jam 2 menit perjalanan dengan kendaraan.

Sumber pendapatan utama kota ini adalah padi dan jagung.

Kota Kotamobagu mencakup wilayah daratan dan kepulauan dengan total luas daratan 184.33 km2.

Masyarakat Kota Kotamobagu sebagian besar adalah etnis Bolaang Mongondow.

Saat ini Kotamobagu dipimpin oleh Wali Kota Tatong Bara dan Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan. (Nie)

Kecelakaan Maut Tadi Pukul 07.30 WIB, Anggota TNI Tewas, Korban Tabrak Truk Lalu Tertabrak Tronton

Dana PEN Tahap I Segera Cair, Pemkot Tomohon Bakal Terima Rp 25 Miliar

Nasib Brigadir NP Pembanting Fariz Mahasiswa Demo, Dinyatakan Bersalah dan Dapat Sanksi Berlapis

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved