Kamis, 23 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Bitung

Wali Kota Bitung Maurits Mantiri Beber Serapan Anggaran Rata-rata Merah

Rakor dihadiri Wali Kota Bitung Ir Maurtis Mantiri MM. Ia menyampaikan terkait rapat Epra untuk kota Bitung sudah dilaksanakan pada Selasa (19/10/2021

tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere
Pelaksanaan Rakor Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (Epra) kabupaten kota se Provinsi Sulut triwulan III tahun anggaran 2021. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menjadi tuan rumah pelaksanaan Rapat koordinasi evaluasi dan pengawasan realisasi anggaran (Epra) kabupaten kota se Provinsi Sulut triwulan III tahun anggaran 2021.

Rakor dihadiri Wali Kota Bitung Ir Maurtis Mantiri MM. Ia menyampaikan terkait rapat Epra untuk kota Bitung sudah dilaksanakan pada Selasa (19/10/2021).

"Sejumlah perangkat daerah dilingkungan Pemkot Bitung masih merah, alias belum capai realisasi anggarannya," ujar dia. 

Kenapa realisasi penyerapan anggaran rata-rata merah?

Itu kata dia karena ternyata dalam proses anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Bitung setelah evaluasi masih ada tahapan dengan DPRD.

"Yaitu hasil penetapan dalam APBDP belum di sinkronkan dengan data rasionisasi dalam anggaran yang ditetapkan, makanya angka yang di catat angka lama sementara presentase sudah lebih besar dari yang di registrasikan,” tutur Maurits Mantiri.

Pihaknya berterima kasih atas dipilihnya kota Bitung sebagai tempat pelaksanan Epra.

Ia menuturkan, Epra ini sangat penting untuk ukur tingkat keberhasilan kepala perangkat daerah dalam rangka penyerapan dan distribusi anggara di lapangan, untuk menggairahkan ekonomi di masyarakat.

Praseno Hadi Asissten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Sulut, mengatakan Epra dulu menjadi dominan hingga menjadi acara nasional.

Namun sekarang agak terpinggirkan namun substansi Epra adalah aspek penting untuk mengetahui pelaksanaan, di lapangan hambatan dan solusi yang dicarikan untuk atasi permasalahan di lapangan.

Proses monitoring dan evaluasi (monev) dari kabag pembangunan, biro pembangunan.

“Perlausan fungsi dari pembangunan, perlu ditingkatkan bersama."

"Bagian pembanguna dulu keren kendalikan pembangunan, pelaksanaan kegiatan dan sangat mentereng. Tapi sekarang sangat penting terkait informasi kepada pemipinan daerah,” kata Praseno Hadi.

Praseno Hadi memberikan contoh, ketika ada pembangunan oleh kecamatan, keluaran, kota Bitung dan provinsi hingga pemerintah pusat kabag pembangunan yang harus tau.

Begitu juga terkait dengan program pembangunan strategis di kabupaten A.

"Misalnya ada peroyek pembangunan strategis kabupaten, provinsi dan nasional apa saja yang harus tau Biro pembanguna kalau di tingkat provinsi," ujar Praseno Hadi.

Kemudian kalau dalam pelaksanaan ada hambatan dengan masyarakat sektikar, koordinasi antar kementrian dengan pemerintah daerah harus ditangani bagian pembangunan.

"Proses monev ditingkatkan, bukan hanya dalam data  aplikasi tapi di realitas di lapangan," ujar dia. 

Ketika ada hambatan pembangunan sekecil apapun,  bagian pembangunan diskusikan dengan bagian pembangunan pelaksana di tingkat provinsi, kabupaten kota, dengan masyarakat sekitar.

Hal ini, kata dia, untuk cari solusi. Dan jika mentok, barulah lapor ke pimpinan yang akan berikan solusi.

Bagian pembangunan menjadi motor di kabupaten kota serta provinsi, jika ada kendala atau pencapaian untuk proses pembangunan di wilayah dengan solusi yang ada.

“Epra ini merupakan alat strategis bagi pimpinan daerah, lakukan evaluasi secara tuntas. Agar andaikan kata bisa sampai ke substansi atau proses pembangunan,” tandasnya.

Albert Sarese Kepala Badan Keaungan dan Aset Daerah Kota Bitung menjelaskan, terkait dengan realisasi atau serapan anggaran di perangkat daerah yang masih merah karena setelah APBD Perubahan ada rasionalisasi anggaran dengan DPRD Bitung.

Namun yang saat ini masih mengacu pada APBD induk sehingga kalau mau menyesuaikan setelah di rasionisasi pembaginya lebih kecil akan naik presentasinya.

Sehingga banyak perangkat daerah yang laporan realisasinya merah.

Pelaksanaan Rapat koordinasi evaluasi dan pengawasan realisasi anggaran (Epra) kabupaten kota se Provinsi Sulut triwulan III tahun anggaran 2021, diikuti oleh kepala bagian pembangunan di kabupaten kota dan undangan lainnya. (crz)

Tentang Bitung

Kota Bitung adalah salah satu kota di provinsi Sulawesi Utara.

Jarak dari Manado ke Manado Ibu kota Provinsi Sulut yakni 42,4 kilometer lewat Jalan Tol Manado - Bitung, atau sekitar 50 menit ditempuh dengan kendaraan roda empat.  

Kota ini memiliki perkembangan yang cepat karena terdapat pelabuhan laut yang mendorong percepatan pembangunan.

Wilayah Kota Bitung terdiri dari wilayah daratan yang berada di kaki Gunung Dua Sudara dan sebuah pulau yang bernama Lembeh. 

Kota Bitung terdiri dari 8 kecamatan dan 69 kelurahan, dengan luas wilayah 302,89 km² dan sebaran penduduk 730 jiwa/km².

Saat ini Kota Bitung dipimpin Wali Kota Maurits Mantiri dan Wakil Wali Kota Hengky Honandar.

Nikahi Bule Cantik, Intip Hunian Penyanyi Marcell Siahaan, Berkonsep Kolonial House di Singapura

Gubernur Sulut Olly Dondokambey Ancam Mafia Solar : Kalau Ada, Saya Suruh Tangkap

Edouard Mendy Pahlawan Chelsea yang Layak Ballon dOr, Tercecer di Nominator 30 Besar

 
 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved