Breaking News:

Ijazah Palsu

Terkait Ijazah Ilegal yang Dikeluarkan Sekolah Theologia di Minut, Ini Kata Pengamat Pendidikan

Pengamat Pendidikan Sulut Prof Ferdinand Kerebungu menyebut hal ini adalah suatu kejahatan pendidikan.

Penulis: Mejer Lumantow | Editor: Chintya Rantung
IST
Prof Dr. Ferdinand Kerebungu Dosen Fakultas Ilmu Sosial Unima. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Mengenai adanya Ijazah ilegal yang dikeluarkan oleh suatu lembaga pendidikan, Pengamat Pendidikan Sulut Prof Ferdinand Kerebungu menyebut hal ini adalah suatu kejahatan pendidikan.

Padahal, kata dia, ini seharusnya sudah sejak lama diberantas oleh pemerintah dalam hal ini kementerian pendidikan.

"Regulasi dalam bidang pendidikan sudah begitu ketat yaitu dengan dikeluarkannya UU No 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, PP No 4 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan PT dan Pengelolaan PT dan mengenai Ijazah telah ada regulasinya yaitu Pemenristekdikti No 59 tahun 2018 ttg Ijazah, Sertifikat Kompetensi, Sertifikat Profesi, Gelar dan Tata Cara Penulisan Gelar di PT dan terakhir Pemendikbud No 3 tahun 2020 tentang Standard Nasional Pendidikan Tinggi," papar Prof Ferdinand kepada Tribun Manado.

Dosen Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Unima ini juga menjelaskan, Regulasi dalam bidang pendidikan tinggi ini sudah menjaga marwah pendidikan tinggi sendiri dan kebutuhan pendidikan tinggi sudah terpenuhi.

"Disini tinggal bagaimana pengawasan di daerah oleh dinas pendidikan, yang menjadi masalah adalah pada sektor swasta (PTS) pengawasan di pihak LLDikti," jelasnya.

Menurutnya, Implementasi Permenristekdikti No 59 tahun 2018, sejak Desember 2020 sudah memberlakukan Ijazah Nasional, artinya jika perguruan tinggi yang mengeluarkan ijazah dan tidak terdaftar di Dikti berarti Ilegal selain itu setiap mahasiswa di perguruan tinggi harus terdaftar di PD Dikti.

"Jadi dengan adanya regulasi dalam bidang pendidikan tinggi tersebut, setiap lembaga pendidikan tinggi harus mematuhinya, kalau tidak itu akan berdampak pada peserta didiknya atau Mahasiswa yaitu akan memperoleh Ijazah ilegal," tegas Prof Ferdinand.

Sementara itu, kata dia, bagi calon peserta didik yang harus diketahui adalah dengan mengecek apakah Perguruan Tinggi tersebut terdaftar atau tidak laman Dikti atau LLDikti dan juga harus diketahui apakah Program studinya terdaftar dan terakreditasi.

"Hal ini yang wajib diketahui setiap anggota masyarakat yang akan menyekolahkan anaknya pada jenjang pendidikan tinggi," terangnya.

Ditambahkan Prof Ferdinand, masalahnya sekarang adalah banyak orang yang ingin mendapatkan ijazah instan dan tidak mengetahui dampaknya.

"Oleh sebab itu perlu adanya sosialisasi yang terstruktur dari pemerintah tentang resiko penggunaan Ijazah palsu agar tidak banyak masyarakat yang terjebak," pungkas Prof Ferdinand. (Mjr)

Baca juga: BMKG: Sebanyak 21 Wilayah Waspada Cuaca Ekstrem, Berikut Peringatan Dini Kamis 21 Oktober 2021

Baca juga: Prilly Latuconsina Masih Rahasiakan Hubungan dengan Irzan Faiq, Jawab Ini Saat Ditanyai

Baca juga: Tanggapan Ayu Azhari Terkait Laporan Medina Zein soal Dugaan KDRT Lukman Azhari

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved