Berita Sulut
Tanggapan Epidemiolog Soal PPKM di Sulut, Percepat Capaian Vaksinasi Hingga 3T
Manoppo menyebut, karena kasus terkonfirmasi semakin sedikit, maka perubahannya menjadi sangat sensitif.
Penulis: Mejer Lumantow | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Epidemiolog Sulut Jonesius Manoppo mengatakan Parameter yang digunakan untuk mengukur level PPKM masih sama dengan yang sebelumnya.
"Yaitu angka penularan, jumlah yang dirawat dan tingkat kematian yang diakibatkan covid-19," sebut dia.
Manoppo menyebut, karena kasus terkonfirmasi semakin sedikit, maka perubahannya menjadi sangat sensitif.
"Jadi daerah yang beberapa waktu lalu sudah dinyatakan tidak ada penderita terkonfirmasi positif selang beberapa waktu dan berada di level 1 berstatus zona hijau, tiba-tiba ada satu atau beberapa kasus baru akan meningkatkan jumlah persentasenya, sehingga statusnya naik," jelas Manoppo kepada Tribun Manado.
Hal ini, kata dia, membuktikan bahwa walaupun status daerah tersebut level 1 dan zona hijau, peluang untuk terjadinya penularan tetap ada.
"Ini merupakan alarm kewaspadaan yang mengingatkan kita bahwa penularan masih terjadi, dan kita belum lepas dari protokol 3M," tegasnya.
Selain itu, Manoppo menjelaskan, yang perlu dilakukan untuk menekan laju penularan ialah tracking terhadap kontak erat.
Walaupun penderitanya tidak menunjukkan gejala yang serius, tetapi penting untuk menelusuri sumber penularan untuk ditindaklanjuti.
"Mengingat masih ada kelompok rentan yang belum menerima vaksinasi yang perlu dilindungi," ujarnya.
Ia menjelaskan, kendala yang akan dihadapi pasti adanya resistensi atau penolakan dari masyarakat yang saat ini telah beraktivitas sesuai anjuran level 1.
"Ketika diperhadapkan kembali dengan kewajiban untuk melaksanakan protokol sesuai level 2 dan 3 maka mereka perlu penyesuaian lagi," terang Dosen Epidemiologi dari Unima ini.
Ini juga, kata Manoppo termasuk capaian vaksinasi yang ditambahkan sekitar 2 pekan lalu.
"Untuk mencapai level yang lebih aman, maka kegiatan vaksinasi masal untuk daerah-daerah yang masih kurang dari target perlu diseriusi lagi," bebernya.
Dirinya menekankan, bahwa Pemerintah Daerah seharusnya sudah memiliki data evaluasi mengenai faktor kendala yang mempengaruhi lambatnya pencapaian vaksinasi, dan pekan ini harusnya sudah ada jalan keluar untuk mengatasinya.
"Hal penting lainnya yang perlu diperhatikan yaitu jangan sampai kita terlena dengan pelonggaran aktivitas dan lupa bahwa pandemi belum benar-benar selesai," pungkas Manoppo. (Mjr)
• Arti Mimpi Naik Wahana Kincir Ria, Bisa Jadi akan Alami Kedamaian dan Kebahagiaan, Ini Tafsirannya
• Chord dan Lirik Lagu Putri - Jamrud, Mudah Dimainkan
• Kabupaten Kota di Sulut Kembali PPKM Level 3, ini Penyebabnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pengamat-kesehatan-sulut-121212.jpg)