Facebook Dikabarkan Akan Ubah Namanya Pekan Depan
Raksasa media sosial Facebook dikabarkan akan mengubah namanya pada pekan depan.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Facebook dikabarkan akan mengubah namanya.
Perubahan nama tersebut bahkan akan dilakukan pekan depan, menurut sumber terpercaya
Tujuan perubahan nama raksasa media sosial tersebut untuk rebranding agar fokus dalam membangun metaverse.
Verge melaporkan pada hari Selasa (19/10) mengutip sumber yang mengetahui langsung masalah tersebut.
Chief Executive Officer Facebook Mark Zuckerberg berencana untuk berbicara tentang perubahan nama pada konferensi tahunan Connect perusahaan pada 28 Oktober, tetapi bisa diumumkan lebih cepat, Verge melaporkan.
Metaverse mengacu pada lingkungan dunia virtual bersama, yang dapat diakses orang melalui internet. Istilah ini dapat merujuk pada ruang digital, yang dibuat lebih hidup dengan menggunakan realitas virtual atau augmented reality.
Rebranding kemungkinan akan memposisikan aplikasi media sosial Facebook sebagai salah satu dari banyak produk di bawah perusahaan induk, yang akan mengawasi grup seperti Instagram, WhatsApp, Oculus dan banyak lagi, tambah laporan itu.
Facebook mengatakan tidak mengomentari rumor atau spekulasi.
Daftar Hitam Facebook, Ada Nama Orang/Organisasi Indonesia Masuk Kategori Berbahaya
Kabarnya beberapa nama dan organisasi masuk daftar hitam Facebook kini terbongkar.
Diketahui hal tersebut dibocorkan media Amerika Serikat.
Dalam daftar hitam Facebook tersebut ada organisasi dari Indonesia.
Daftar hitam Facebook, yang berisikan nama orang dan organisasi di berbagai negara dikabarkan bocor ke publik.
Menurut laporan laman situs Cnet pada Jumat (15/10/2021), daftar hitam yang diduga bocor tersebut berisikan nama organisasi asal Indonesia yaitu Front Pembela Islam (FPI) dan Forum Umat Islam (FUI).
Selain organisasi, nama Habib Rizieq Shihab juga dikabarkan masuk ke dalam daftar hitam milik Facebook yang bocor tersebut.
Daftar hitam Facebook tersebut diungkap pertama kali oleh media Amerika Serikat, The Intercept.
Media tersebut menerbitkan daftar bocoran individu dan organisasi berbahaya yang tidak diizinkan Facebook di platformnya.
Daftar hitam berupa dokumen setebal 100 halaman itu, berisi sekitar 4.000 nama orang dan organisasi di dunia yang dianggap berbahaya oleh Facebook.
Daftar disusun dalam struktur nama, kategori, kawasan tempat orang/organisasi itu beroperasi, tipe organisasi, afiliasi, dan pihak yang menetapkan orang/organisasi tersebut dalam kategori berbahaya.
Facebook melabeli individu dan organisasi yang masuk dalam daftar dengan kategori kelompok teroris, kelompok kebencian dan kelompok kriminal.
Terlepas dari kategori tersebut, tidak ada seorang pun di daftar diizinkan untuk mempertahankan kehadirannya di platform Facebook.
Daftar hitam Facebook ini digunakan untuk menyensor konten dan akun yang berafiliasi dengan orang atau organisasi masuk di dalamnya.
Facebook sendiri tidak pernah transparan soal daftar itu dan bagaimana daftar hitam tersebut disusun.
SUMBER: Facebook dikabarkan akan rebranding dengan mengubah namanya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-facebook_20180213_104141.jpg)