Breaking News:

Tribun Travel

Belanja Noken dari Mama-mama di Tengah Gelaran PON XX Papua 2021

Sarah dan ibu-ibu UMKM lainnya menggelar dagangan khusus yakni noken, tas khas Bumi Cendrawasih.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
fernando lumowa/tribun manado
Mama-mama menggelar noken di Bazar Noken Mama-mama Torang Bisa di kompleks Taman Imbi, Kota Jayapura, Papua selama perhelatan PON XX Papua 2021. 

Noken kulit kayu asli Papua sangat khas. Biasanya terbuat dari kulit kayu Ganemo dan kayu jenis lainnya.

Bentuknya sederhana tapi tampilannya unik. Warnanya dominan coklat (sesuai warna kayu). Pembuat kadang memberi aksen warna tambahan merah hijau dan kuning.

Sarah bilang, dulu jauh sebelum ada kain sarung dan kantong plastik, noken kulit kayu sangat fungsional.

"Bisa isi bahan mentah, ikan, ubi, sayur semua masuk di situ. Bahkan di gunung orang bawa babi di situ," katanya sambil tertawa.

Sementara, noken dari benang wol dan manila lebih beragam warna. Ada yang bertuliskan 'Papua', 'PON Papua 2021' atau kata lainnya.

"Kalau dari benang wol, tidak lama pembuatannya. Satu dua hari saja," kata Imelda Ukati, anak Sarah.

Mama-mama menawarkan Noken benang wol mulai dari Rp 50 ribu untuk ukuran dompet kecil hingga Rp 300 ribuan untuk yang berukuran besar. Bisa untuk isi buku, tumbler, power bank dan lain-lain.

Sementara, untuk noken kulit kayu, harga mulai Rp 100 ribu untuk ukuran kecil hingga Rp 500 ribuan untuk yang paling besar.

"Paling besar ini bisa untuk belanja di pasar," kata Imelda, mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Makassar.

Pemprov Papua memfasilitasi Bazar Noken Mama-mama Torang Bisa agar mama-mama yang memproduksi noken agar bisa menjual produk mereka secara langsung kepada tamu yang menjadi peserta PON.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved