Breaking News:

RHK Selasa 19 Oktober 2021

BACAAN ALKITAB  1 Petrus 5:5 - Rendah Diri dan Rendah Hati

Rendah diri, berbeda dengan rendah hati. Rendah diri berarti berkaitan dengan nilai, harkat dan martabat, ataupun status sosial

Editor: Aswin_Lumintang
Youtube JC Channel
Simon Petrus 

 1 Petrus 5:5
TRIBUNMANADO.CO.ID - Rendah diri, berbeda dengan rendah hati. Rendah diri berarti berkaitan dengan nilai, harkat dan martabat, ataupun status sosial seseorang yang rendah, dibandingkan yang lain.

Contohnya adalah sistem perbudakan, kasta dan apherteid. Sistem itu membedakan manusia sangat mencolok atau kontras. Misalnya, budak dan tuan, kasta rendah dan tinggi serta sistem warna kulit yang merendahkan warna kulit tertentu dan mengkultuskan warna kulit yang lain.

Ilustrasi Renungan
Ilustrasi Renungan (internet)

Rendah hati, berkaitan dengan sikap, prilaku dan cara hidup yang merendah, berhati sebagai hamba, suka menolong dan rela berkorban, serta mengasihi sesama bahkan mengutamakan orang lain, tanpa memperhitungkan status sosial dan latarbelakang lainnya. Mengasihi semua orang tanpa batas dan tanpa pamrih.

Rasul Petrus menasihati semua orang agar, memiliki kerendahan diri di hadapan Tuhan. Maksudnya, manusia hendaknya merasakan dan sadar diri bahwa sesungguhnya, kita adalah budak dan kasta yang paling bawah di hadapan Tuhan.

Tuhan terlalu jauh tinggi di atas, sedangkan kita jauh di bawah. Kita harus menempatkan Tuhan sebagai Tuan di atas segala tuan, dan di atas segala kelas yang paling tinggi. Karena Dia, Agung dan Mulia, Pencipta, Pemilik dan Pengendali bumi ini. Jadi, kita jangan lupa diri dan menganggap diri sama seperti Tuhan. Bahkan merampas hak Tuhan. Rendahkanlah diri kita di hadapan Tuhan.

Sedangkan rendah hati berarti, meski oleh kasih karunia Allah di dalam Tuhan Yesus, Dia telah menempatkan kita sebagai anak-Nya, namun bukan berarti kita hidup lupa diri dan berlaku seenaknya, hidup tanpa kendali, sombong dan angkuh. Namun kita harus memiliki hati sebagai hamba, mengasihi sesama seperti kepada diri kita sendiri, sebagai wujud ketaatan kita kepada Kristus.

Demikian firman Tuhan hari ini.
  "Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." (ay 5)_

Dalam nasihatnya, Petrus meminta kepada orang-orang muda, agar menghormati orang-orang tua. Namun kepada semua orang, baik orang tua dan muda, kecil dan besar, kaya dan miskin, atasan dan bawahan, serta status apapun yang di sandangnya, semuanya harus hidup rendah diri di hadapan Tuhan dan rendah hati kepada sesama.

Hidup rendah hati adalah cara hidup yang terus menempatkan Kristus di atas segalanya. Dia harus selalu yang diutamakan. Seperti budak yang hanya hidup menyenangkan tuannya, demikian hidup kita yang hanya terpusat dan tertuju untuk menyenangkan Tuan atas segala tuan, yakni Tuhan Yesus. Hanya Dia sajalah yang patut dipuji, disembah dan dimuliakan. Bukan manusia!

Nama Tuhan Yesus harus selalu ditinggikan di atas tempat-Nya yang kudus dan mulia. Senangkanlah hati-Nya dengan hidup berkenan kepada-Nya dan selalu memuliakan Dia. Maka Dia pasti menyenangkan dan membahagiakan kita selamanya.

Hidup rendah hati berarti kita mempraktikkan cara hidup yang sabar, suka mengampuni, menolong dan mengasihi sesama dengan tulus ikhlas, tanpa berharap imbalan. Juga rela berkorban bagi semua orang, seperti yang sudah diteladankan dan dilakukan Tuhan Yesus untuk kita.

Hidup rendah hati juga berarti menjauhkan kecongkakan, kesombongan, keangkuhan, egoisme, materialisme, apalagi cara hidup hedonis dan segala keinginan dunia lainnya. Seperti hawa nafsu, keserakahan, ketamakan dll. Jauhkanlah itu dari kita sebagai anak Tuhan.

Sebagai keluarga dan hamba Tuhan, marilah kita hidup rendah diri di hadapan Tuhan dan rendah hati kepada sesama, seperti yang kita lakukan untuk Tuhan. Sebab menyenangkan sesama, berarti menyenangkan hati Tuhan. Tuhan ingin agar kita hidup saling mengasihi dengan sesama.

Tak ada alasan apapun bagi kita untuk membenci dan memusihi sesama. Justeru orang yang membenci dan memusuhi kita, harus dikasihi dengan sungguh, diampuni, diroakan dan berkatilah. Jangan kutuk. Sebab kita Tuhan utus untuk jadi berkat bagi semua orang. Jika kita telah melakukan semuanya itu, maka Tuhan Yesus dimuliakan dalam hidup kita. Kita pasti diberkati-Nya secara luar biasa. Amin

 DOA:  Tuhan Yesus, tuntun kami agar senantiasa hidup rendah diri di hadapan-Mu dan rendah hati kepada semua orang, agar nama-Mu senantiasa dimuliakan. Amin

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved