Breaking News:

Proyek Kereta Cepat

Rp 4,3 Triliun PMN Rencananya Digelontorkan Pemerintah untuk Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Seperti yang diketahui saat ini proyek kereta cepat Jakarta-Bandung saat ini tengah jadi sorotan.

Editor: Glendi Manengal
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Petugas meninjau kedatangan sejumlah rel sepanjang 50 meter di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Depo Kereta Cepat Tegalluar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/4/2021). Pemerintah Gelontorkan Rp 4,3 Triliun PMN untuk Biayai Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seperti yang diketahui saat ini proyek kereta cepat Jakarta-Bandung saat ini tengah jadi sorotan.

Hal tersebut terkait dengan dana yang digunakan sebelumnya memakai APBN.

Terkait hal tersebut kini pemerintah berencana memberikan penyertaan modal negara (PMN) ke proyek tersebut.

Baca juga: Olly Dondokambey Masuk Radar Cawapres 2024, Pengamat Politik: Itu Sah Sah Saja!

Baca juga: Nagita Slavina Seakan Tak Percaya Wajah Ukkasya Sangat Mirip Zaskia hingga Beri Panggilan Khusus Ini

Baca juga: POTRET Nadhifa Laudza Shabrina Pegang Ijazah di Depan Makam Viral, Ternyata Punya Kisah Haru

Pemerintah berencana memberikan penyertaan modal negara (PMN) ke proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) senilai Rp 4,3 triliun. Hal itu untuk pemenuhan base equity capital KCJB.

Tercatat, base equity capital yang mesti dibayar oleh konsorsium BUMN yakni PT Kereta Api Indonesia (KAI) senilai Rp 440 miliar, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk senilai Rp 240 miliar, PT Jasa Marga (Persero) Tbk senilai Rp 540 miliar dan PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII) senilai Rp 3,1 triliun.

Semula PTPN VIII akan menyetorkan modal dalam bentuk tanah di daerah Walini Kabupaten Bandung Barat. Namun hal itu tidak disetujui oleh konsorsium.

“Sehingga PMN Rp 4,3 triliun ini yang diperlukan untuk base equity capital,” ujar Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Didiek Hartantyo saat dihubungi Kontan.co.id, Jumat (15/10/2021).

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, setoran modal awal Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) senilai Rp 4,3 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan disuntik melalui Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) tahun 2021.

“Anggaran modal awal kereta cepat Jakarta-Bandung akan menggunakan sisa anggaran tahun ini,” kata Tiko, panggilan akrab Kartika, Jumat (15/10).

Dana APBN tersebut akan mengalir dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT Kereta Api Indonesia, yang kini menjadi pimpinan konsorsium BUMN di proyek Kereta Cepat, menggantikan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

Halaman
123
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved