Breaking News:

Berita Foto

BERITA FOTO: Kelompok Penari Kabasaran Pineleng Minahasa Sulawesi Utara

Para Penari Kabasaran asal sanggar budaya dan seni Kecamatan Pineleng bersiap-siap untuk melakukan tarian perang menyambut para pejabat

Editor: Chintya Rantung
andreas ruauw/tribun manado
Para Penari Kabasaran asal sanggar budaya dan seni Kecamatan Pineleng 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Para Penari Kabasaran asal sanggar budaya dan seni Kecamatan Pineleng bersiap-siap untuk melakukan tarian perang menyambut para pejabat di Kota Manado, Sulawesi Utara, Jumat (15/10/2021).

Tarian ini merupakan tarian keprajuritan tradisional Minahasa, yang diangkat dari kata; Wasal, yang berarti ayam jantan yang dipotong jenggernya agar sang ayam menjadi lebih garang dalam bertarung.

Tarian ini diiringi oleh suara tambur dan / atau gong kecil. Alat musik pukul seperti Gong, Tambur atau Kolintang disebut “Pa ‘ Wasalen” dan para penarinya disebut Kawasaran, yang berarti menari dengan meniru gerakan dua ayam jantan yang sedang bertarung, hampir mirip dengan tarian Cakalele dari Maluku.

Kata Kawasalan ini kemudian berkembang menjadi "Kabasaran" yang merupakan gabungan dua kata “Kawasal ni Sarian” “Kawasal” berarti menemani dan mengikuti gerak tari, sedangkan “Sarian” adalah pemimpin perang yang memimpin tari keprajuritan tradisional Minahasa.

Perkembangan bahasa melayu Manado kemudian mengubah huruf “W” menjadi “B” sehingga kata itu berubah menjadi Kabasaran, yang sebenarnya tidak memiliki keterkaitan apa-apa dengan kata “besar” dalam bahasa Indonesia, tetapi akhirnya menjadi tarian penjemput bagi para Pembesar-pembesar.

Pada zaman dahulu para penari Kabasaran, hanya menjadi penari pada upacara-upacara adat. Namun, dalam kehidupan sehari-harinya mereka adalah petani dan rakyat biasa. Apabila Minahasa berada dalam keadaan perang, maka para penari Kabasaran menjadi Waraney.

Para Penari Kabasaran asal sanggar budaya dan seni Kecamatan Pineleng bersiap-siap untuk melakukan tarian perang menyambut para pejabat di Kota Manado, Sulawesi Utara
Para Penari Kabasaran asal sanggar budaya dan seni Kecamatan Pineleng bersiap-siap untuk melakukan tarian perang menyambut para pejabat di Kota Manado, Sulawesi Utara (andreas ruauw/tribun manado)
Para Penari Kabasaran asal sanggar budaya dan seni Kecamatan Pineleng
Para Penari Kabasaran asal sanggar budaya dan seni Kecamatan Pineleng (andreas ruauw/tribun manado)
Penari Kabasaran asal sanggar budaya dan seni Kecamatan Pineleng
Penari Kabasaran asal sanggar budaya dan seni Kecamatan Pineleng (andreas ruauw/tribun manado)
Penari Kabasaran asal sanggar budaya dan seni Kecamatan Pineleng
Penari Kabasaran asal sanggar budaya dan seni Kecamatan Pineleng (andreas ruauw/tribun manado)
Penari Kabasaran asal sanggar budaya dan seni Kecamatan Pineleng
Penari Kabasaran asal sanggar budaya dan seni Kecamatan Pineleng (andreas ruauw/tribun manado)

Baca juga: Covid-19 Sulut 15 Oktober 2021, Kasus Aktif 1,31 Persen

Baca juga: Daftar 11 Siswa MTs di Ciamis yang Tewas Tenggelam saat Susur Sungai, Warga: Airnya Tidak Deras

Baca juga: Maraknya Kasus Pinjol Ilegal, Kapolda Sulut: Pastikan Sudah Terdaftar di OJK

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved