Breaking News:

Siswi SMA Motoling

Kronologi Siswi SMA Motoling Dipegang Organ Vitalnya, Kini Gurunya Jadi Tersangka

Siswa SMAN Motoling Dipegang Organ vital  Saat Sementara Mengisi Formulir Beasiswa, MMT Ditetapkan Tersangka

Penulis: Rul Mantik | Editor: Aldi Ponge
Tribun Jambi
Ilustrasi korban pelecehan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), akhirnya menetapkan oknum guru SMA Negeri Motoling sebagai tersangka kasus cabul.  

Guru MMT ditetapkan tersangka setelah penyidik Polres Minsel berhasil mengumpulkan data dari saksi-saksi dan korban.

Hasil pemeriksaan saksi dan korban, terungkap bahwa pelaku melakukan perbuatan diduga cabul pada Senin 27 September 2021.

"Peristiwa itu terjadi bulan lalu pada Senin, tanggal 27, Bulan September 2021, kira-kira jam 12 siang," ungkap Iptu Robby Tangkere, Kasibag Humas Polres Minsel, saat dikonfirmasi pada Kamis (14/10/2021).

Dikatakan Robby Tangkere, tersangka melakukan aksi yang viral di media sosial itu saat korban dan teman-teman sekelas lainnya sementara mengetik formulir beasiswa.

"Oknum guru berinisial MMT alias Max, dilaporkan telah memegang payudara siswinya bagian sebelah kanan beberapa kali, saat siswinya sedang mengetik formulir program beasiswa," terang Robby dan diaminkan Kanit Perlindungan Anak dan Perempuan Polres Minsel, Bripka Jemry Singal.

Dari keterangan sejumlah saksi dan korban, akhirnya Polres Minsel melakukan gelar perkara dan menetapkan MMT sebagai tersangka.

Usai menetapkan oknum guru SMA Negeri Motoling itu sebagai tersangka, polisi kemudian membuat surat panggilan.

"Telah dilakukan gelar perkara dan lelaki MMT ditetapkan dalam status tersangka, serta telah dibuatkan panggilan untuk tersangka," tandas Robby.

Disinyalir, siswa SMA Negeri Motoling itu bukan satu-satunya korban tersangka MMT.

Ada dugaan, masih banyak siswa perempuan yang melakukan hal yang sama, namun tidak membuat laporan.

Polisi berharap, jika ada korban lain, agar segera membuat laporan. Itu sebaiknya dilakukan agar tersangka dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya itu.

Sementara itu, Kasat Reskrim Rio Gumara mengatakan, pasal yang dipersangkakan yakni pasal 82 ayat (1) Undang Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Acaman hukuman yaitu pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak 5 miliar. Kasus akan dikembangkan apabila ada korban-korban lainnya. Kita tunggu proses mekanisme hukum yang saat ini sementara berjalan," kata Rio Gumara.

Kasus cabul yang diduga dilakukan oknum guru SMA Negeri Motoling, sempat viran sejak awal pekan ini.

Tak heran, sejumlah organisasi mengecam perbuatan tersangka terhadap anak didiknya.

Bahkan, isteri Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, sampai menemui korban untuk memberikan support dan pendampingan

Tentang Minsel

Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia.

Minahasa Selatan dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan dan kota Tomohon di Provinsi Sulawesi Utara oleh DPR RI.

Total luas Kabupaten yang beribukotakan Amurang ini yakni 1.456,46 km2.

Jarak dari Amurang Ibukota Minsel ke Manado, Ibu Kota Sulawesi Utara 66,7 kilometer atau 1 jam 59 menit ditempuh dengan kendaraan.

Kabupaten Minahasa Selatan memiliki 17 kecamatan, 10 kelurahan dan 167 desa.

Saat ini Kabupaten Minsel dipimpin Bupati Minsel Franky Donny Wongkar dan Wakil Bupati Petra Yani Rembang. (rul)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved