Breaking News:

Rachel Vennya

Kemenkes Angkat Bicara soal Kasus Rachel Vennya 'Kabur' dari Karantina: Sanksi Harus Ditegakkan

Pihak Kemenkes menegaskan bahwa tidak akan mentolerir pihak-pihak yang berupaya melanggar aturan seperti kasus yang melibatkan Rachel Vennya.

Instagram @rachelvennya
Rachel Vennya 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pihak Kementerian Kesehatan ikut angkat bicara terkait kasus Rachel Vennya.

Sebelumnya beredar kabar jika Rachel Vennya kabur dari karantina setelah melakukan perjalanan dari Amerika Serikat (AS).

Terungkap jika absennya Rachel Vennya dari karantina melibatkan oknum TNI berinisial FS.

Merespons hal itu, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mendorong pihak terkait memberikan sanksi kepada oknum aparat tersebut sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku.

Menurutnya, aparat harus tegas untuk turut menegakan aturan karantina.

"Mendorong pihak aparat keamanan untuk menegakkan aturan karantina sesuai aturan dan memberikan sanksi kepada oknum sesuai dengan peraturan yang ada," katanya melalui pesan singkat whatApps yang diterima, Kamis (14/10/2021).

Pemerintah tidak akan mentolerir pihak-pihaknya yang berupaya melanggar aturan kekarantinaan ini.

Pasalnya, berdasarkan aturan yang tertuang dalam Surat Edaran SE Satgas Nomor 18/2021 bahwa setiap orang yang tiba dari luar negeri diwajibkan melakukan karantina dengan waktu 8x24 jam dan melakukan tes RT-PCR di awal dan akhir karantina.

Pemerintah terus berupaya melakukan evaluasi di lapangan untuk mencegah kejadian di kemudian hari.

"Tentu melalui satgas karantina evaluasi terus dilakukan untuk perbaikan terutama mencegah oknum oknum yang dalam pelaksanaan tidak sesuai aturan yang dibuat," jelas perempuan berhijab ini.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved