Breaking News:

Berita Bolmong

Bolmong Jadi Kabupaten dengan Kasus Kekerasan kepada Perempuan dan Anak Tertinggi di Sulut 

”Dari 15 kabupaten dan kota di Sulut, Bolmong kasus anak dan perempuan berada di posisi tertinggi. Tapi ini wajar sebab Bolmong sangat luas di Sulut.”

Penulis: Nielton Durado | Editor: Rizali Posumah
IST/DP3A Bolmong.
Pelaksanaan kegiatan Penguatan dan pengembangan lembaga penyedia layanan peningkatan kualitas hidup anak Kewenangan Kabupaten/Kota di Kabupaten Bolmong. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado -- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) menyebutkan kasus kekerasan anak dan perempuan di Bolmong didominasi oleh kasus Cabul. 

Hal ini dikatakan Kepala DP3A Farida Mooduto, saat kegiatan Penguatan dan pengembangan lembaga penyedia layanan peningkatan kualitas hidup anak Kewenangan Kabupaten/Kota.

Kegiatan ini dilaksanakan di cafe Transit, Kelurahan Inobonto Satu, Kecamatan Inobonto, Kamis (14/10/2021). 

Ia mengungkapkan, ada 75 kasus yang masuk di DP3A, paling dominasi kasus cabul.

”Dari 15 kabupaten dan kota di Sulut, Bolmong kasus anak dan perempuan berada di posisi tertinggi. Tapi ini wajar sebab Bolmong sangat luas di Sulut,” ungkap Farida.

Selain itu, untuk tahun 2022 Farida Mooduto menargetkan agar Bolmong bisa menjadi kabupaten layak anak (KLA).

Hal ini sudah sesuai dengan RPJMD lima tahun pemerintahan Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow dan Wakil Bupati Yani Rony Tuuk.

”Jadi KLA ini bukan hanya tugas dari DP3A, tapi tugas kita semua," ungkapnya. 

"Terutama pemerintah desa dan kecamatan untuk terlibat, agar capaian kita KLA tahun 2022 akan terealisasi,” tutur Farida.

Dalam kesempatan itu, Farida Mooduto juga mengucapkan terima kasih kepada asisten II Zainuddin Paputungan, yang mewakili Sekda Bolmong Tahlis Gallang membuka kegiatan pada saat ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved