Atlet PON Sulut
Pelatih Bonix Saweho Sebut Petinju Asal Sulut Jadi Pilar Hampir Semua Tim Peserta PON Papua
PON XX Papua menjadi ajang kembalinya hegemoni tinju nasional ke Sulut.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - PON XX Papua menjadi ajang kembalinya hegemoni tinju nasional ke Sulut.
Sebanyak tiga atlet Tinju PON Sulut berpeluang merebut medali emas setelah masuk final dalam ajang PON XX Papua yang akan dihelat Rabu (13/10/2021).
Fenomena tinju Sulut di PON XX Papua tak hanya itu. Ternyata hampir semua daerah peserta PON mengandalkan petinju asal Sulut.
Fenomena menarik tersebut diungkap pelatih tim Tinju Sulut Bonix Saweho dalam perbincangan khusus dengan Tribun Manado yang dipandu Pemimpin Redaksi (Pemred) Tribun Manado Jumadi Mappanganro Selasa (12/10/2021).
"Petinju asal Sulut jadi pilar di hampir semua tim peserta PON. Apalagi di DKI, Jabar bahkan Kalteng," katanya.
Sebut Bonix, hal itu sah saja. Karena atlet juga punya hak untuk mengembangkan diri.
"Jika mereka dihargai, tentu saja kita bangga," katanya.
Menurut Bonix, ada sejumlah cara untuk mencegah atlet Sulut lompat pagar ke daerah lain. Salah satunya adalah dengan mengangkat atlet berprestasi jadi CPNS.
"Cara ini dilakukan oleh DKI Jakarta," katanya.
Dikatakan Bonix, Sulut adalah kiblat tinju nasional saat ini.
Juara dalam kompetisi di Sulut sudah otomatis juara nasional.
"Nama Sulut membuat para peserta lain gentar," katanya.
Sebut dia, hal itu berkat pembinaan atlet usia muda yang gencar dilakukan beberapa tahun terakhir ini.
Menghadapi partai final nanti, ia berharap juri dan wasit berlaku fair.
Semboyan Pertina yakni satria di dalam dan luar ring harus dijunjung tinggi.