Kasus Perselingkuhan

Oknum Camat Selingkuh dengan Pejabat yang Ternyata Suami dari Anggota DPRD, Berujung Penganiayaan

Diketahui seorang perempuan yang menjabat sebagai camat melakukan perselingkuhan dengan suami orang.

Editor: Glendi Manengal
Istimewa/HO/Tribun Medan
Seorang camat di Pemerintah Kabupaten Kutacane, Aceh Tenggara Desy Permatasari disebut tertangkap tangan berzina dengan seorang pejabat di Pemerintah Kota Tanjungbalai ARM alias Mui, Sumatera Utara. 

Sesampainya di sana, kata DP, ia langsung dipukul oleh MJ tanpa bertanya-tanya terlebih dahulu.

"Muka saya langsung dipukulnya," ucap DP.

Tak berapa lama setelah diinterogasi di rumah MJ, perselingkuhan keduanya terungkap.

Suami DP berinisial B kemudian tiba di kediaman MJ.

Tujuannya, agar MJ dan keluarganya tidak menganiaya korban.

Saat itu, B, suami DP minta MJ (oknum jaksa), CH (istri Mui), RCD (istri MJ) dan AS (kakak CH) untuk membawanya ke polsek terdekat agar tidak terjadi aksi penganiayaan tersebut.

"AS yang paling menyiksa saya. Saya berusaha lari, terus dipukulnya lagi," jelasnya.

Bahkan, sambungnya, penganiayaan tersebut menyita perhatian keluarga lain yang kebetulan aparat penegak hukum berpangkat Kompol berinisial D yang bertugas di Polda Sumut.

Tak lama berselang, datang Kompol AB dan istri yang bertugas di Polres Langkat.

"Kompol AB datang sama istrinya belakangan, mereka tidak ikut menganiaya," jelas dia.

Suami korban menyesalkan tindakan penganiayaan ini.

Sebab, persoalan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Namun sebaliknya, persoalan ini menjadi panjang lantaran CH, istri Mui dan keluarganya yang diduga menganiaya korban, masih saudara kandung dengan mantan Wali Kota Tanjungbalai berinisial MS yang terjerat suap dan korupsi.

"Akhirnya kami bisa keluar dari rumah MJ sekitar jam 6 pagi. Bukti penganiayaan berupa visum dari Rumah Sakit Pringadi Medan sudah kami serahkan juga kepada polisi saat melapor," ungkapnya.

Ilustrasi oknum camat berselingkuh dengan pejabat di Pemerintah Kota Tanjungbalai.

Diamankan polisi

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan terhadap oknum pejabat yang bertugas di Kota Tanjungbalai.

Diamankannya oknum tersebut saat bersama wanita yang bukan istrinya.

"Benar ada oknum pejabat di Kota Tanjungbalai yang kita amankan," ujarnya.

Lanjut juru bicara Polda Sumut ini, penangkapan terhadap oknum pejabat itu setelah istri yang bersangkutan melaporkan kasusnya ke Polrestabes Medan tentang dugaan tindak perselingkuhan.

Dalam kasus ini pihak penyidik, masih melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan perselingkuhan terhadap oknum pejabat di Kota Tanjungbalai tersebut.

"Sejauh ini penyidik masih bekerja melakukan pemeriksaan terhadap keduanya. Nanti hasilnya akan kita sampaikan kembali," katanya.

Artikel ini telah tayang di Tribun-medan.com

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Kronologi Dugaan Perselingkuhan Bu Camat di Aceh dengan Pejabat di Sumut Berujung Penganiayaan.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved