Breaking News:

RHK Rabu 13 Oktober 2021

BACAAN ALKITAB   1 Timotius 3:6-7 - Nama Baik di Luar

Karena tugas dan tanggungjawab yang sangat berat bagi seorang penilik jemaat, maka tidaklah sembarangan menempatkan orang dalam

Editor: Aswin_Lumintang
Ist
Kisah Timotius, Uskup Kristen Abad Pertama dan Pemuda Saleh yang Miliki Pengetahuan Alkitabiah 

  1 Timotius 3:6-7
TRIBUNMANADO.CO.ID - Karena tugas dan tanggungjawab yang sangat berat bagi seorang penilik jemaat, maka tidaklah sembarangan menempatkan orang dalam jabatan kehambaan itu. Orang yang baru bertobat, tidak bisa langsung menempati posisi itu.

Sebab, bisa ada _shock_ (kekagetan) dan kesombongan rohani, sehingga dimanfaatkan oleh iblis untuk menjatuhkan dan menghancurkan dirinya maupun pelayanannya. Jadi, dibutuhkan figur yang "paripurna" untuk menjadi penilik jemaat. Tidaklah mudah untuk menduduki jabatan mulia itu.

Renungan
Renungan (WWW.THOUGHTCO.COM)

Dikatakan dibutuhkan figur yang paripurna untuk menjadi penilik jemaat, karena figurnya haruslah orang baik dan menjadi teladan, yang sudah teruji keteladanannya, baik di dalam maupun di luar rumah (keluarga) dan jemaat.
Paulus menyebutkan bahwa selain menjadi kepala keluarga yang disegani dan dihormati, calon penilik jemaat haruslah punya nama baik di luar, agar tidak jadi penolakan maupun cemoohan orang luar terhadap kepemimpinan dan kepelayanannya.

Demikian firman Tuhan hari ini.
  "Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman Iblis.
  Hendaklah ia juga mempunyai nama baik di luar jemaat, agar jangan ia digugat orang dan jatuh ke dalam jerat    Iblis. (ay 6, 7)_

Para hamba Allah, selalu menjadi incaran iblis untuk menjebak, menjatuhkan dan menghancurkannya. Karena itu, seorang penilik jemaat hendaklah orang yang sudah kuat iman dan dewasa dalam Tuhan. Artinya sudah teruji dalam segala keberadaan hidupnya.

Bukan yang baru bertobat, sehingga jadi batu sandungan kepada orang lain di luar keluarga dan persekutuan jemaat. Tapi haruslah kuat dan dewasa iman, sehingga tak mudah diombang ambingkan oleh arus pencobaan yang diotaki iblis.

Sudah pasti bukanlah orang yang sudah dikuasai iblis. Yang merancangkan segala kejahatan, tipu daya atau akal bulus untuk merebut dan memanfaatkan pelayanan demi kepentingan diri dalam meraih keserakahan dan ketamakannya. Sehingga menjadikan jabatan penilik jemaat sebagai tameng untuk melindungi kejahatan dan ambisi butanya. Itu pekerjaan iblis! Apalagi menghalalkan segala cara meraih jabatan kepelayanan untuk kepentingan duniawinya.

Rasul Paulus mengingatkan agar yang diangkat dan ditetapkan sebagai penilik jemaat adalah orang-orang pilihan yang hidupnya sudah teruji baik. Termasuk memenuhi 13 kriteria, sebagai kepala atau keluarga teladan, disegani dan dihormati, juga mempunyai nama baik atau dikenal baik oleh orang kebanyakan.

Tapi bukan dikenal karena kejahatannya, namun karena kelebihan dan kebaikannya sehingga membuat orang "di luar sana" mengaguminya.

Dengan demikian, pelayanan yang dia lakukan akan menjadi kemuliaan bagi nama Tuhan. Bukan menjadi sumber batu sandungan bagi jemaat dan orang luar jemaat Tuhan.

Harus punya nama baik di luar dan adalah kepala keluarga yang baik. Pengamsal mengatakan: _"Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas."(Amsal 22:1)_. Nama baik harus dimiliki oleh calon penilik jemaat.

Hal ini mengisyaratkan bahwa figur penilik jemaat itu haruslah figur yang paripurna. Setidaknya dia tidak punya catatan kelam atau semacam _"black list"_ dari orang lain, baik secara formal (hukum) maupun secara non formal (moral, etika dan sosial).

Demikianlah hendaknya berlaku bagi srmua keluarga dan pribadi jemaat atau orang Kristen. Kita semua adalah hamba Tuhan dan pemimpin. Kita juga adalah calon hamba dan pemimpin. Karena itu, hendaklah hidup kita senantiasa menjadi teladan kepada semua orang baik dalam keluarga, jemaat, maupun di tengah bangsa dan negara, dalam pergaulan dan di lingkungan pekerjaan di mana kita berada.

Itulah yang Tuhan kehendaki bagi kita. Teruslah berusaha hidup paripurna dalam ketaatan kepada Tuhan. Namun jangan pernah merasa diri sempurna dan paripurna. Sebab yang sempurna dan paripurna hanyalah Tuhan. Tuhan Yesus pasti selalu beserta kita dan memakai kita secara luar biasa sesuai kehendak-Nya. Amin

 DOA: Tuhan Yesus, jadikan kami teladan dalam keluarga maupun di luar rumah. Sehingga kami memiliki nama baik, dari semuanya itu nama-Mu dimuliakan. Amin

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved