Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pembunuhan

Terungkapnya Misteri Puntung Rokok dan Tapak Tangan Danu Dalam Kasus Pembunuhan di Subang

Mulai dari puntung rokok, hingga sidik jari di mobil Alphard, tempat ditemukannya jasad Tuti dan Amalia yang ditumpuk.

Editor: Indry Panigoro
Facebook Sergio/Ist
Danu salah satu orang yang disebut dalam kasus pembunuhan di Subang 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus pembunuhan di Subang hingga hari ini belum juga menemui titik terang.

Pasalnya siapa pelaku pembunuhan belum juga diketahui.

Padahal sudah banyak saksi yang dimintai keterangan.

Barang bukti pun sudah banyak yang disita.

Namun hingga berita ini dimuat belum ada info terbaru soal siapa sosok yang harus bertanggung jawab dalam kasus ini.

Namun, penyidik Polres Subang menemukan fakta baru setelah berulangkali melakukan olah TKP pembunuhan ibu dan anak di Subang. 

Seperti soal temuan puntung rokok dan tapak tangan di lokasi kejadian, akhirnya terungkap ternyata milik Muhammad Ramdanu alias Danu, keponakan mendiang Tuti Suhartini.

Jejak Danu memang disebut-sebut berserak di lokasi pembunuhan terhadap Tuti dan Amalia Mustika Ratu. 

Mulai dari puntung rokok, hingga sidik jari di mobil Alphard, tempat ditemukannya jasad Tuti dan Amalia yang ditumpuk.

Atas temuan itu, Danu pun dituduh terlibat dalam pembunuhan tersebut.

Danu akhirnya membuka penyebab mengapa DNA dan sidik jarinya tercecer di lokasi pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Anak dari Ida, kakak Tuti ini menceritakan bahwa tanggal 19 Agustus 2021, atau sehari setelah kejadian, ia sempat diminta tolong oleh polisi.

Yosef dan Yoris selama pemeriksaan dalam kasus Subang
Yosef dan Yoris selama pemeriksaan dalam kasus Subang ((Kolase Tribun Jabar/ Dwiky Maulana Vellayati))

"19 malamnya, Danu disuruh untuk beli lampu," katanya seperti dikutip dari akun Youtube Misteri Mbak Suci.

Saat akan memasang lampu, Danu mengaku menemukan kejanggalan.

"Mau dipasang lampu kabelnya gak ada, gak nyambung kaya korslet, harus benerin dulu," kata Danu.

Selain itu, Danu juga mengaku sempat membantu polisi membantu pintu depan rumah Tuti.

Menurut Danu, ketika itu polisi kesulitan membuka pintu dari arah luar.

"Kan hujan, Danu juga ke pinggir, sama polisi juga waktu itu, sempat ngerokok, pihak polisi pegang kunci dari depan gak bisa, kata Danu teh harus di dalam rumah. Di dalam udah bisa jalan ke belakang, yang Danu inget itu sih," kata Danu.

Soal DNA di rokok, Danu mengaku memang pernah merokok di lokasi pembunuhan Tuti dan Amalia.

"Kan hujan dulu, sudah lihat polisi ke dalam Danu ngerokok, setelah selesai buang di samping," kata Danu.

Sedangkan soal sidik jari di mobil, Danu mengaku sempat diajak oleh polisi.

"Disuruh sama polisi, sama polisi ikut, Danu juga tadinya gak mau ikut, jadi ikut aja, nurut," kata Danu.

Tim dari Bareskrim Polri dan Puslabfor saat berada di lokasi pembunuhan Amalia Mustika Ratu dan Tuti di Kampung Ciseuti, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Kamis (16/9/2021).
Tim dari Bareskrim Polri dan Puslabfor saat berada di lokasi pembunuhan Amalia Mustika Ratu dan Tuti di Kampung Ciseuti, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Kamis (16/9/2021). (Tribun Jabar / Dwiky Maulana)

Ketika itu, menurutnya, semua polisi menggunakan sarung tangan, sedangkan Danu tidak.

"Polisi pakai sarung tangan, cuma Danu tidak," katanya.

Danu tak menyangka sidik jarinya saat itu justru ditemukan polisi.

"Gak kepikiran, namanya juga inget terus (ke Tuti dan Amalia) jadi ikut aja, ke dalam mobil ikut," kata Danu.

Danu sempat intens diperiksa polisi dalam proses pengungkapan sosok pelaku pembunuhan Tuti dan Amalia.

Malahan, handphone dan motor Danu juga sempat diamankan polisi.

Namun kini handphone dan motornya sudah dikembalikan.

"Alhamdulillah udah balik," kata Danu.

Danu salah satu orang yang disebut dalam kasus pembunuhan di Subang
Danu salah satu orang yang disebut dalam kasus pembunuhan di Subang (Facebook Sergio/Ist)

Selain itu, terungkap ternyata Danu sempat membersihkan kamar mandi di lokasi pembunuhan Tuti dan Amalia.

"Tim polisi suruh, Danu juga dari di SMK pagi disuruh bersihan kamar mandi, sempat diberesin. Ada pendampingan dari polisi," katanya.

Sekadar mengingatkan, dari hasil olah TKP, Kapolres Subang AKBP Sumarni menduga bahwa jasad Tuti sempat dibersihkan di kamar mandi sebelum dibawa ke bagasi mobil Alphard.

"Korban ini kemudian digeser ke kamar mandi diduga untuk dibersihkan, baru kemudian menggesernya ke bagasi," kata AKBP Sumarni.

Danu pun mengungkap kondisi kamar mandi saat itu.

"(bak mandi isi) air sih, kalau di pinggir dekat rak piring itu darah, belum dibersihin," kata Danu.

"Disuruh bersihin bak mandi, 'Nu kadieu heula (kesini dulu) bersihan ceunah ini, keruk weh airnya, dikuras," kata Danu. (*)

berita pembunuhan

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Misteri Puntung Rokok dan Tapak Tangan di TKP Tewasnya Tuti Akhirnya Terkuak, Danu Ungkap Pengakuan, 

Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com dengan judul Misteri Puntung Rokok dan Tapak Tangan Danu Terkuak, Begini Pengakuan Keponakan Tuti, https://bali.tribunnews.com/2021/10/12/misteri-puntung-rokok-dan-tapak-tangan-danu-terkuak-begini-pengakuan-keponakan-tuti?page=all

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved