Breaking News:

Berita GMIM

Pelayan Khusus GMIM Harus Membina, Mengalah, Mengampuni dan Memikul Salib

H-3 pemilihan pelayan khusus (Pelsus) di aras Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), jemaat sibuk melakukan persiapan.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Chintya Rantung
Ist/Jemmy Manopode
Pelsus GMIM Musafir Sukur 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - H - 3 pemilihan pelayan khusus (Pelsus) di aras Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM).

Jemaat sibuk melakukan persiapan.

Tenda pemilihan mulai dibangun.

Selain sarana dan prasarana, umat menyiapkan hati agar dapat memilih calon yang berkenan di hadapan Tuhan.

Menjadi pelsus, ternyata bukan hal mudah. Lebih sulit dari pada menjadi bos di kantor.

"Kalau di kantor anak buah salah bisa langsung kita pecat.

Tapi menjadi pelsus tidak bisa. Kita harus membina, banyak mengalah dan mengampuni," kata Jemmy Manopode, Pelsus di Jemaat GMIM Musafir Kelurahan Sukur, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Selasa (12/10/2021).

Ungkap dia, menjadi pelsus berarti pikul salib.

Dan pikul salib bertentangan dengan semangat duniawi yang berorientasi pada ego diri, kekayaan serta kehormatan.

"Kadang saya dalam keadaan susah. Tapi ada orang yang alami kesulitan hidup lantas minta pertolongan saya. Jelas saya harus bantu mendoakannya. Meski saya juga sesungguhnya perlu dibantu," kata dia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved