Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK Selasa 12 Oktober 2021

BACAAN ALKITAB   1 Timotius 3:4-5 - Kepala Keluarga Teladan

Keluarga adalah lembaga atau institusi paling kecil tapi paling berpengaruh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Editor: Aswin_Lumintang

  1 Timotius 3:4-5
TRIBUNMANADO.CO.ID - Keluarga adalah lembaga atau institusi paling kecil tapi paling berpengaruh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Keluarga juga adalah organisasi paling kecil yang menjadi dasar dan landasan serta sasaran pelayanan dalam kehidupan bergereja.

Karena itu, seorang pemimpin akan diuji pertama-tama dari keluarganya. Adalah sesuatu yang tidak mungkin seorang menjadi pemimpin besar di luar rumah, tapi keluarganya "kacau balau." Artinya seorang pemimpin pertama-tama diuji dan "diseleksi" dalam keluarganya.

Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen (Istimewa)

Sebab kalaupun dia berhasil di luar dan gagal di dalam (keluarga), itu hanya akan menjadi bahan cemoohan belaka dan itu tak ada artinya, sia-sia belaka. Sebab toh akhirnya, setelah "dari luar" dia harus kembali ke _"home basenya,"_ yakni rumah atau keluarga.

Demikian pun untuk menjadi hamba Tuhan, khususnya sebagai penilik jemaat. Dia pertama-tama haruslah "sukses dalam keluarga." Bukan yang "gagal dalam keluarga." Dia hendaklah seorang yang disegani dan dihormati oleh anak-anaknya. Kalau tidak, semua hanyalah kehampaan belaka.

Sebab jika dalam mengepalai keluarganya saja dia gagal, apalagi dalam menilik jemaat dan menatalayani serta menggembalakan umat Tuhan dan gereja-Nya.

Demikian firman Tuhan hari ini.
  "seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya.
  Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah?"* (ay 4, 5)_

Rasul Paulus mengingatkan Timotius agar para penilik jemaat yang diangkat untuk melayani Tuhan, haruslah sebagai kepala keluarga yang baik. Entah sebagai suami, ayah maupun yang mengepalai atau memimpin keluarganya. Bukan orang yang gagal dalam keluarga.

Kapasitas sebagai suami, haruslah suami dari satu isteri dan mengasihi isterinya seperti mengasihi dirinya sendiri. Sedangkan sebagai ayah, hendaklah dia merupakan ayah yang menakjubkan, bukan menakutkan atau menyeramkan bagi anak-anaknya.

Dengan demikian, dia adalah profil suami dan ayah teladan. Yang disegani dan dihormati isteri serta anak-anaknya. Bukan yang disepelekan atau direndahkan oleh isteri dan anak-anaknya. Sehingga profilnya menjadi kepala keluarga yang menyejukkan dan meneduhkan. Dengan demikian terpancar cahaya kasih Kristus dalam kehidupan rumah tangganya.

Hal yang sama tentu berlaku bagi sosok isteri yang akan diangkat atau ditetapkan sebagai hamba Tuhan dalam menilik, menatalayani dan menggembalakan jemaat Tuhan.

Hendaklah dia menjadi sosok yang membawa kebahagiaan dan kedamaian dalam rumahtangganya. Dia haruslah isteri yang tidak suka bertengkar, menyulutkan permusuhan dan pertengkaran dalam keluarga. Namun senantiasa menjadi tiang doa keluarga dan penyejuk yang mendamaikan bagi suami dan anak-anaknya serta seisi rumahnya.

Jadi, sosok penilik jemaat atau hamba Tuhan yang dimaksudkan oleh Paulus, haruslah pertama-tama membuktikan kepribadian dan kemampuannya dalam memimpin dan hidup bersama keluarga. Sebab inti dalam pelayanan adalah pelayanan keluarga. Bagaimana mungkin kita melayani keluarga orang lain, sementara kehidupan keluarga kita sendiri berantakan.

Jadi, sosok yang akan menjadi penilik jemaat, selain memenuhi 13 kriteria yang ada, juga adalah profil figur yang menjadi berkat dalam keluarganya. Termasuk juga anak-anak. Seorang anak yang akan diangkat dan ditetapkan sebagai hamba Tuhan, haruslah yang takut akan Tuhan, serta menghormati dan menghargai ayah dan ibunya.

Dengan demikian, yang akan dipilih dan ditetapkan sebagai hamba Tuhan, terutama yang menjadi penilik jemaat, adalah sosok atau figur yang menjadi berkat bagi keluarga, sehingga kemudian dia akan diberkati Tuhan untuk jadi berkat bagi jemaat Tuhan.

Sebagai keluarga dan jemaat atau orang Kristen, sudah sepantasnya dan seharusnya hidup kita berpadanan dengan kehendak Tuhan, menjadi berkat bagi keluarga dan semua orang, sehingga kita layak menjadi hamba-Nya dan kehidupan kita menjadi kemuliaan bagi nama Tuhan. Amin

 DOA: Tuhan Yesus, ajarlah kami terus memelihara kehidupan keluarga yang berkenan kepada-Mu sehingga ada kesejukan dan berkat yang mengalir dalam keluarga kami. Amin

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved