Breaking News:

Berita Kotamobagu

Kotamobagu Koleksi 107 Pasien HIV/Aids di Tahun 2021

Angka kasus HIV/Aids di Kota Kotamabagu tumbuh subur di Kota Kotamobagu.

Penulis: Nielton Durado | Editor: Chintya Rantung
IST/Internet (Ilustrasi)
Pasien HIV/Aids 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Angka kasus HIV/Aids di Kota Kotamabagu tumbuh subur di Kota Kotamobagu.

Meskipun saat ini Indonesia sedang dilanda Pandemi Covid-19.

Namun kasus positif untuk HIV/Aids juga tak  sedikit.

Dari data yang diperoleh Tribunmanado.co.id, di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotamobagu.

Di tahun 2021 ini, ada 107 orang di Kotamobagu yang positif menderita HIV/Aids.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Dinkes Kotamobagu Lindawati Hassan, jika angka tersebut sempat berkurang.

Dikarenakan, ada sembilan pasien yang sudah terlebih dahulu meninggal dunia.

"Sebelumnya ada 116 pasien, tapi hingga sekarang ada sembilan pasien yang meninggal dunia," ujarnya, saat ditemui Tribunmanado.co.id, Senin (11/10/2021) di kantornya.

Ia melanjutkan, di tahun 2020, pihaknya menemukan empat kasus baru. 

Satu kasus masih berstatu HIV, sedangkan tiga lainnya sudah masuk ke Aids.

"Jadi sembilan orang yang meninggal ini terjadi di rentan waktu selama tahun 2013  hingga 2021," aku dia.

Untuk kasus di tahun 2020, pihak Dinkes Kotamabagu menemukan tiga orang yang terdeteksi HIV.

Sedangkan pasien yang terdeteksi menderita Aids itu ada sekitar 13 orang.

"Secara keseluruhan, kami menemukan 16 kasus di tahun 2020," aku dia.

Meski begitu, ia mengatakan jika kasus positif HIV/Aids di Kotamobagu masih ada kemungkinan bertambah.

Pasalnya, masih banyak masyarakat yang enggan melakukan pemeriksaan.

"Padahal himbauan terus kami berikan, dan data dari pasien juga selalu kami rahasiakan," tegas dia.

Dirinya pun meminta agar masyarakat Kotamobagu tidak menyudutkan warga yang diketahui positif HIV/Aids.

"HIV/Aids tidak mudah menular dengan bertukaran gelas atau barang-barang lain. Jadi jangan menyudutkan mereka," tegas dia.

Sebagai langkah pencegahan, Linda meminta agar masyarakat Kotamobagu setia terhadap pasangannya sendiri.

"Karena kunci agar HIV/Aids tidak menyebar secara luas adalah dengan setia terhadap pasangan kita, dan tidak gonta-ganti pasangan," tegas dia.

Sekedar diketahui, HIV adalah virus yang melemahkan daya tahan tubuh manusia.

Seseorang yang terinfeksi HIV mungkin akan mengalami beberapa gejala tahap awal yang muncul terlebih dahulu dalam beberapa tahun pertama.

Jika tidak segera dilakukan pengobatan, gejala atau ciri-ciri awal HIV ini bisa berlanjut menjadi penyakit AIDS.

Tahap awal infeksi HIV cukup mudah terabaikan karena kadang tak menampakkan gejala atau ciri yang nyata.

Maka dari itu, penting bagi setiap orang untuk mendeteksi gejala HIV sejak dini agar bisa segera mendapatkan pengobatan yang tepat sesuai kondisinya.

Gejala Awal HIV

Ketika virus HIV (human immunodeficiency virus) masuk ke dalam tubuh, ia tidak akan langsung merusak organ tubuh Anda.

Virus tersebut menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkannya secara bertahap sampai tubuh Anda mudah diserang penyakit, terutama infeksi.

Infeksi HIV umumnya dapat memakan waktu sekitar 2-15 tahun sampai benar-benar menampakkan gejala khas.

Pada tahap awal, gejala atau ciri-ciri HIV biasanya baru mulai muncul paling lambat 1-2 bulan setelah virus masuk ke dalam tubuh.

Bahkan menurut HIV.gov, gejala HIV tahap awal sudah dapat terlihat sangat dini yakni sekitar 2 minggu setelah virus menginfeksi tubuh.

Ciri-ciri HIV di awal mula masa inkubasi virus umumnya terlihat mirip seperti gejala flu umum meliputi:

Demam HIV (biasanya lebih tinggi dari demam biasa; bahkan mungkin disertai dengan sensasi meriang yang hebat.

*Sakit kepala.

*Pasien HIV kelelahan terus menerus.

*Pembengkakan kelenjar getah bening.

*Sakit tenggorokan.

*Ruam kulit HIV.

*Nyeri pada otot dan sendi.

*Luka pada mulut.

*Luka pada organ intim.

*Sering berkeringat di malam hari.

*Diare pada pasien HIV.

Namun, tidak semua orang akan menunjukkan gejala HIV di awal masa penyakitnya.

Ada beberapa orang yang justru tidak menunjukkan gejala sama sekali sejak awal meski ternyata terinfeksi.

Itu sebabnya, setiap orang yang berisiko tinggi tertular dan menularkan virus HIV wajib menjalani tes HIV.

Gejala Awal Aids

Sebenarnya, Anda dapat terkena HIV dan AIDS sekaligus.

Namun, tidak semua orang dengan HIV otomatis mengalami AIDS di kemudian hari.

Kebanyakan penderita HIV bisa hidup selama bertahun-bertahun lamanya tanpa mengalami AIDS.

Sebaliknya, Anda yang terdiagnosis positif AIDS sudah pasti memiliki infeksi HIV.

Peluang seorang pengidap HIV untuk mengalami AIDS dapat terbuka lebar jika infeksinya dibiarkan tanpa pengobatan yang tepat.

Lama-lama, infeksi HIV bisa berkembang menjadi AIDS yang merupakan stadium akhir dari HIV.

Gejala awal AIDS yang muncul dapat berbeda-beda pada masing-masing individu.

Biasanya, berbagai macam infeksi serius mulai menyerang penderita AIDS karena sistem imun pada fase ini sudah sangat lemah.

Beberapa gejala awal AIDS yang umum terlihat pada penderita HIV stadium akhir adalah:

*Penurunan berat badan yang cepat dan tidak direncanakan.

*Demam yang turun naik atau hilang timbul.

*Keringat berlebih karena HIV, terutama di malam hari.

*Merasa sangat lelah padahal tidak melakukan aktivitas berat.

*Pembengkakan kelenjar getah bening yang berkepanjangan (biasanya kelenjar di ketiak, selangkangan, atau leher).

*Diare yang berlangsung selama lebih dari seminggu

*Muncul luka di mulut, anus, dan organ genital.

*Mengalami pneumonia.

*Timbul ruam atau bisul berwarna kemerahan, cokelat, atau keunguan di bawah kulit atau di dalam mulut, hidung, bahkan kelopak mata.

*Gangguan saraf seperti kehilangan ingatan, depresi, dan lain-lain.

Pelvic Inflammatory Disease atau radang panggul. Peradangan ini menyerang bagian reproduksi wanita seperti rahim, leher rahim, tuba fallopi, dan indung telur.

*Perubahan terhadap siklus haid, frekuensinya jadi lebih sering atau jarang, darah yang keluar sangat banyak, hingga mengalami amenorrhea (tidak haid) selama lebih dari 90 hari. (Nie)

Tentang Kotamobagu

Kota Kotamobagu adalah salah satu kota di provinsi Sulawesi Utara, Indonesia.

Jarak Kotamobagu ke Kota Manado yakni 171,2 km, atau memakan waktu sekitar 5 jam 2 menit perjalanan dengan kendaraan.

Sumber pendapatan utama kota ini adalah padi dan jagung.

Kota Kotamobagu mencakup wilayah daratan dan kepulauan dengan total luas daratan 184.33 km2.

Masyarakat Kota Kotamobagu sebagian besar adalah etnis Bolaang Mongondow.

Saat ini Kotamobagu dipimpin oleh Wali Kota Tatong Bara dan Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan.

Baca juga: Setelah Diprotes Venti Figianti, Kiwil Curhat: Aku Makhluk Penuh Dosa, Salah dan Lupa

Baca juga: Gempa Terkini Senin (11/10) Pagi Info BMKG, Ini Magnitudo dan Lokasi Pusat Gempa

Baca juga: Shandy Purnamasari Dapat 101.091 Bunga Mawar dan Kado Ratusan Juta dari Suami di Ulang Tahun ke 30

 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved