Breaking News:

RHK Senin 11 Oktober 2021

BACAAN ALKITAB 1 Timotius 3:2-3 - Pelayan Adalah Teladan

Menjadi pelayan, tidak gampang. Menjadi penilik jemaat, penatua, diaken, serta tugas ketatalayanan dan kegembalaan apapun

Editor: Aswin_Lumintang
internet
Ilustrasi Renungan 

  1 Timotius 3:2-3
TRIBUNMANADO.CO.ID - Menjadi pelayan, tidak gampang. Menjadi penilik jemaat, penatua, diaken, serta tugas ketatalayanan dan kegembalaan apapun, tidak sesederhana yang dibayangkan dan diinginkan oleh orang kebanyakan. Sebab menjadi hamba Allah, kita akan menjadi Surat Kristus yang terbuka, kepada semua orang, dalam sikap dan prilaku hidup kita setiap hari.

Sebab pelayan, dinilai bukan pada apa yang akan dilakukannya, tapi apa yang sudah dilakukannya. Jadi, pelayan haruslah menjadi contoh, teladan dan panutan bagi jemaat Tuhan. Dari prilaku hidupnya itulah yang akan menjadi dasar pengangkatan seseorang sebagai pelayan, apalagi dalam tugas ketatalayanan dan kegembalaan.

Renungan
Renungan (WWW.THOUGHTCO.COM)

Paulus menasihati Timotius agar dalam memilih penilik jemaat yakni para hamba Tuhan, harus melihat _track record_ (rekam jejak) mereka sebelumnya. Itulah yang kemudian harus dicocokkan dengan kriteria yang ditetapkannya.

Timotius harus memilih dan menetapkan serta mengangkat para penatalayan dalam jemaat Tuhan yang hidupnya jadi teladan. Sesuai dengan 13 kriteria yang disampaikan Paulus kepadanya. Itu harus dipenuhi oleh seseorang yang akan menjadi penilik jemaat.

Demikian firman Tuhan hari ini.
  "Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang,
  bukan peminum, bukan pemarah melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang,"  (ay 2, 3)_
Tugas dan tanggungjawab seorang penilik jemaat, berat bahkan sangat berat. Karena itu, kriteria penilaian dan persyaratannya cukup ketat dan berat pula. Dalam nasihatnya kepada anak saraninya Timotius, Paulus menyebutkan setidaknya ada 13 kriteria untuk menjadi penilik jemaat (ay 2-4).

Ketigabelas kriteria itu adalah, tak bercacat (1), suami dari satu isteri (2), dapat menahan diri (3), bijaksana (4), sopan (5"^), suka memberi tumpangan (6), cakap mengajar orang (7), bukan peminum ( , bukan pemarah melainkan peramah (9), pendamai (10), bukan hamba uang (11), seorang kepala keluarga yang baik (12), disegani dan dihormati oleh anak-anaknya (13).

Paulus menulis nasihatnya dengan kata "haruslah." Itu artinya ketigabelas persyaratan atau kriteria itu, harus dipenuhi oleh para calon yang akan dipilih, diangkat dan ditetapkan bahkan diteguhkan sebagai penilik jemaat.
Pertanyaannya, siapakah di antara kita yang merasa diri paling layak dan memenuhi 13 kriteria itu, tanpa cacat atau kurangnya sedikitpun? Saudarakah, atau sayakah yang paling benar atau paling cocok dengan kriteria Paulus itu?

Jika kita adalah manusia normal dan tahu diri, pasti kita merasa tidak pantas dan menyimpulkan kita sesungguhnya tidak layak untuk "jabatan" mulia itu. Masalahnya, kalau semua kita tidak pantas, lalu siapa yang akan dan harus dipilih dan ditetapkan menjadi penilik jemaat atau hamba Tuhan yang menatalayani pelayanan Tuhan ditengah jemaat-Nya?

Sesungguhnya, pertanyaan itu adalah kunci jawabannya. Tak ada di antara kita yang paling pantas. Adalah kewenangan Tuhan sepenuhnya yang memilih, menetapkan dan mengangkat siapa yang akan melayani-Nya. Caranya? Kita berdoa dan meminta hikmat dari Tuhan, agar siapapun yang kita pilih dan tetapkan serta angkat, benar-benar sesuai dengan yang Tuhan Yesus inginkan.

Sebab, pelayanan adalah milik Tuhan. Tuhanlah yang berhak memilih dan menetapkan siapa yang akan menjadi hamba-Nya. Kata Yesus: "bukan kamu yang memilih Aku. Tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah.." (Yoh 15:16)

Kekuasaan kasih Allah-lah yang akan memperlengkapi segala kelemahan dan keterbatasan kita. Karena itu, kita butuh kehadiran Allah dalam proses mulia ini. Itulah yang hendaknya terjadi dan dilakukan oleh keluarga dan orang Kristen dalam menjalankan amanat firman Tuhan.

Carilah Tuhan. Utamakanlah Dia dan jadilah teladan dalam segala hal. Dengan demikian, kita telah hidup berkenan kepada Allah dan menjadi kemuliaan bagi nama-Nya Yang Kudus. Amin

 DOA:  Tuhan Yesus, pakailah kami sebagai hamba-Mu yang boleh menjadi teladan dalam segala hal, sehingga hidup kami senantiasa menjadi kemuliaan nama-Mu. Amin

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved