Breaking News:

RHK Minggu 10 Oktober 2021

BACAAN ALKITAB   1 Timotius 3:1 - Penatua Adalah Pekerjaan yang Indah

Penilik Jemaat, berasal dari bahasa Yunani _episkopos_ yang berarti gembala yang bertugas mengurus dan menggembalakan jemaat

Editor: Aswin_Lumintang
ilustrasi 

  1 Timotius 3:1
TRIBUNMANADO.CO.ID - Penilik Jemaat, berasal dari bahasa Yunani _episkopos_ yang berarti gembala yang bertugas mengurus dan menggembalakan jemaat, yang kemudian dikenal dengan sebutan "uskup."

Penilik Jemaat inilah yang diidentikkan oleh Paulus sebagai Penatua yang dalam bahasa Yunani _presbyteros_ artinya tua-tua atau yang dituakan, yang berpikir matang dan menjadi sesepuh di jemaat. Jadi penatua adalah (salah satu) jabatan gerejawi yang ada di setiap jemaat atau gereja mula-mula.

Renungan
Renungan (WWW.THOUGHTCO.COM)

Hal ini ditegaskan dalam Kisah Para Rasul 20: 17, 28. Disebutkan bahwa para penatua ini mendapatkan tugas sebagai penilik (jemaat) untuk menggembalakan jemaat Allah, yang diperoleh dari pengorbanan darah Tuhan Yesus Kristus.

Jadi, penilik jemaat yang dimaksudkan oleh Paulus dalam suratnya kepada anak sarani (rohaninya) Timotius, itulah penatua. Paulus menasihati Timotius tentang tugas dan tanggungjawab seorang penatua dan juga diaken.
Paulus mengurai tentang tugas dan tanggungjawab yang tidak ringan dari seorang penatua yang juga diaken. Karena itu, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh mereka.

Mengapa demikian? Karena citra atau gambaran tentang seorang penatua itu, indah. Semua orang menghendaki jabatan penatua, menginginkan pekerjaan yang indah.

Demikian firman Tuhan hari ini.
  Benarlah perkataan ini: "Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah."* (ay 1)_

Ada dua perspektif Rasul Paulus tentang orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat (penatua) menginginkan pekerjaan yang indah. Terutama tentang "orang yang menghendaki pekerjaan indah" itu.

Perspektif pertama adalah jemaat. Jemaat menghendaki agar yang akan menjadi penatua itu mengerjakan pekerjaan yang indah.

Yang kedua adalah, calon atau penatua itu sendiri. Secara normatif, seseorang yang terpilih dan diangkat atau ditentukan menjadi penatua, menginginkan agar pekerjaan kepenatuaannya itu mendatangkan keindahan bagi jemaat, sehingga menjadi kemuliaan Tuhan.

Tidak seperti yang dibayangkan dan ditargetkan orang atau kalangan tertentu dengan membawa pada perspektif kepentingan dirinya. Yakni mengharapkan indahnya jabatan penatua, sehingga akan menaikan status sosialnya agar tercitra dengan baik dalam rangka menjadikan kepenatuaannya itu sebagai batu loncatan untuk target, sasaran bahkan ambisi tertentu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved