Kabar Israel

Yahudi Israel Diizinkan Beribadah di Masjid Al-Aqsa, Warga Palestina Marah

Terkait hal tersebut kini warga palestina marah dengan keputusan dari pengadilan Israel.

Editor: Glendi Manengal
(AFP PHOTO / AHMAD GHARABLI) (AFP PHOTO/AHMAD GHARABLI)
Tentara Israel melintas Kubah Batu di kompleks Masjidil Al Aqsa, ketiga situs suci Islam, saat berkunjung di bawah perlindungan polisi Israel di Kota Tua Yerusalem pada (21/5/2012). (AFP PHOTO / AHMAD GHARABLI) (AFP PHOTO/AHMAD GHARABLI) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seperti yang diketahui hubungan Palestina dan Israel memang tak baik.

Terkait hal tersebut kini warga palestina marah dengan keputusan dari pengadilan Israel.

Diketahui Yahudi didukung pengadilan Israel beribadah di kompleks Masjid Al-Aqsa.

Baca juga: Profil Dorce Gamalama, Nama Asli Dedi Yuliardi Ashadi, Anaknya 3 dan Gunakan Nama Gunung

Baca juga: Pantas Oki Setiana Marahi Calon Suami Ria Ricis, Ternyata Ini yang Terjadi Dengan Kuliah Teuku Ryan

Baca juga: Militer Taiwan Diam-diam Dilatih Pasukan Khusus AS, Pentagon Menyatakan Dukungan

Keputusan dari Pengadilan Israel yang mendukung orang Yahudi beribadah di kompleks Masjid Al-Aqsa memicu kecaman dari warga Palestina.

Dilansir Al Jazeera, keputusan ini memicu ketakutan pengambilalihan situs suci umat Muslim di Yerusalem ini. 

Warga Palestina pada Kamis (7/10/2021) mengecam keputusan yang dikeluarkan Pengadilan Magistrat Israel untuk tidak menganggap doa oleh jamaah Yahudi sebagai "tindakan kriminal" jika tetap diam.

Hal ini membalikkan kesepakatan lama di mana umat Islam beribadah di Al-Aqsa.

Sementara orang Yahudi beribadah di Tembok Barat di dekatnya.

Keputusan dari pengadilan muncul setelah seorang pemukim Israel, Rabi Aryeh Lippo meminta pengadilan untuk mencabut larangan sementara masuk Al-Aqsa.

Adapun perintah itu dijatuhkan kepada Lippo oleh polisi Israel setelah dia beribadah di kompleks itu.

Perdana Menteri Palestina, Mohammad Ibrahim Shtayyeh meminta AS memenuhi janjinya untuk mempertahankan status quo kompleks tersebut.

Dia juga mendesak negara-negara Arab untuk berdiri dalam solidaritas dengan Palestina.

"Kami memperingatkan terhadap upaya Israel untuk memaksakan realitas baru di Masjid Suci Al-Aqsa," kata Shtayyeh pada Kamis.

Yordania, yang menjadi penjaga Al-Aqsa berdasarkan perjanjian damai 1994 antara Amman dan Tel Aviv, menyebut keputusan itu sebagai "pelanggaran serius terhadap status historis dan hukum Masjid Al-Aqsa".

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved