Breaking News:

News Analysis

Polda Sulut Tangkap Pelaku Perdagangan Bayi, Sosiolog: Pencegahan Harus Ada Efek Jera

Dalam press conference disampaikan, pelaku berinisial FM alias Cici (38), yang berprofesi sebagai dukun beranak, warga Wanea, Manado

Editor: Rizali Posumah
Dokumentasi Pribadi
Prof. Dr. Ferdinand Kerebungu, MSi, Dosen Prodi Sosiologi Unima. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Polda Sulut mengungkap pelaku perdagangan bayi, Kamis (7/10/2021).

Dalam press conference disampaikan, pelaku berinisial FM alias Cici (38), yang berprofesi sebagai dukun beranak, warga Wanea, Manado

Salah satu bukti yang diamankan Polda Sulut adalah lembar bukti transfer uang ke rekening tersangka untuk membayar bayi sebesar Rp 2 juta, tangkapan layar handphone berisi percakapan tersangka serta akta kelahiran dua orang bayi.

Hal itu diungkapkan oleh Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Prof. Dr. Ferdinand Kerebungu, MSi, Dosen Prodi Sosiologi Unima menanggapi hal itu dan mengatakan, masalah perdagangan bayi pada dasarnya sudah dilindungi oleh undang-undang.

"Tapi masalahnya adalah apakah pihak PPA baik dari Polda Sulut maupun dinas pemberdayaan perempuan telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya untuk memberdayakan kaum perempuan, terutama bagi mereka yang rentan melakukan perdagangan orang/bayi," ucap Ferdinant.

Lanjutnya, aasanya alasan yang akan diberikan pada pihak penyidik adalah alasan klasik yaitu desakan ekonomi.

Tapi baginya, pertanyaannya apakah orang menjual anaknya tersebut masuk dalam kategori miskin, ataukah yang melakukan tersebut adalah orang tidak bertanggung jawab.

Dikatakan Ferdinand, pada prinsipnya bahwa jika pemberdayaan kaum perempuan yang pada usia produktif mendapat pembelajaran tentang resiko hukum dari aktivitas yang dilakukannya.

"Oleh sebab itu dinas pemberdayaan perempuan perlindungan anak baik pihak kepolisian dan pemerintah dalam hal ini dinas PPA melaksanakan tugas sampai level bawah, maka akan mengurangi kerentanan perdagangan bayi," tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved