Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gempa Bumi Terkini

Gempa Terkini Terjadi di Darat Jumat 8 Oktober 2021 Pagi Ini, Berikut Info BMKG Lokasi dan Magnitudo

Gempa bumi tersebut baru saja mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada pukul 06.02 WIB.

Penulis: Glendi Manengal | Editor: Glendi Manengal
Twitter BMKG
Gempa terkini pagi ini terjadi di darat wilayah Sulawesi Tengah pada Jumat 8 Oktober 2021 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Info gempa bumi terjadi pada Jumat 8 Oktober 2021.

Gempa bumi tersebut baru saja mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada pukul 06.02 WIB.

Berikut ini info gempa dari BMKG yang terjadi di Sulawesi Tengah.

Baca juga: Oki Setiana Dewi Sempat Tegur Calon Suami Ria Ricis hingga Teuku Ryan Minta Maaf

Baca juga: Kabar Sedah Mirah Cucu Presiden Jokowi, Kini Sudah Sekolah Surat Cinta Untuk Kahiyang Curi Perhatian

Baca juga: Tubuh Sudah Diserang Diabetes Jika Sudah Ada Tanda-tanda Ini, Berikut Penyebabnya

Berdasarkan informasi dari twitter BMKG gempa tersebut terjadi di Utara Doda, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah pada pukul 06.02 WIB Jumat 8 Oktober 2021.

Gempa bumi tersebut diketahui berkekuatan magnitufo 4.5.

BMKG juga menambahkan lokasi gempa berada di titik koordinat 1.59 LS, 120.21 BT.

Pusat gempa berada di darat 16 kilometer utara Doda, Kabupaten Poso, Sulawesi Utara.

Diketahui gempa tersebut berkedalaman 10 kilometer.

- Wilayah Dirasakan (Skala MMI)

III Lawua.

- Arahan

Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat.

- Saran BMKG

Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi.

Baca juga: Teuku Ryan Pernah Ditegur Kakak Ria Ricis hingga Akhirnya Minta Maaf, Ada Apa?

Baca juga: Viral Video Istri Tunggu Suami di Pinggir Jalan Tol, 3 Bulan Tidak Bertemu, Salim dan Berikan Bekal

Penjelasan soal Skala MMI

Perlu diketahui, MMI adalah singkatan dari Modified Mercalli Intensity. Di laman bmkg.go.id, Skala Mercalli adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi yang diciptakan oleh seorang vulkanologis dari Italia yang bernama Giuseppe Mercalli pada tahun 1902.

Skala Mercalli terbagi menjadi 12 pecahan berdasarkan informasi dari orang-orang yang selamat dari gempa tersebut 

dan juga dengan melihat serta membandingkan tingkat kerusakan akibat gempa bumi tersebut.

Oleh itu skala Mercalli adalah sangat subjektif dan kurang tepat dibanding dengan perhitungan magnitudo gempa yang lain.

Oleh karena itu, saat ini penggunaan Skala Richter lebih luas digunakan untuk untuk mengukur kekuatan gempa bumi.

Tetapi skala Mercalli yang dimodifikasi, pada tahun 1931 oleh ahli seismologi Harry Wood dan Frank Neumann masih sering digunakan terutama apabila tidak terdapat peralatan seismometer yang dapat mengukur kekuatan gempa bumi di tempat kejadian.

I MMI: Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.

II MMI: Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

III MMI: Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

IV MMI: Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

V MMI: Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI: Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI: Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.

VIII MMI: Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.

IX MMI: Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.

X MMI: Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI: Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.

XII MMI: Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara.

Ini unggahan twitter BMKG.

#Gempa Mag:4.5, 08-Okt-21 06:02:49 WIB,

"Lok:1.59 LS, 120.21 BT (Pusat gempa berada di darat 16 km utara Doda Kab Poso),

Kedlmn:10 Km Dirasakan (MMI) III Lawua #BMKG" tulis twitter BMKG.

(Tribunmanado.co.id)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved